
Aku terpengkur diatas tanah merah yang masih basah itu, basah karena hari baru hujan, ditambah oleh air mata yang aku cucurkan di atas perkuburan yang terletak di tepi hutan, jauh dari kota itu. Perkataannya yang terakhir masih mendengung di telingaku, ucapan orang yang baru kukenal ini, tetapi sungguhpun demikian seseorang yang telah jadi perintis jalan bagiku.
Demikianlah asal mulanya aku mulai bergiat mencoba menggambar, membayangkan penghidupan...