Kerinci Regency in 3D

Peta wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam Tiga Dimensi, oleh Milantara - uhangkayo.webs.com.

Koto Petai - Danau Kerinci

Perahu-perahu Nelayan Koto Petai - uhangkayo.webs.com.

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci yang Menjulang diantara Awan Putih dan Langit Biru (foto: Jeremy Holden, FFI) - uhangkayo.webs.com.

Rumah Larik

Rumah Larik, Rumah Tradisional Masyarakat Lembah Kerinci - uhangkayo.webs.com.

Sungai Penuh

Senja di Batas Kota Sungai Penuh - uhangkayo.webs.com.

sideCategory1

Showing posts with label Sains dan Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Sains dan Teknologi. Show all posts

Apr 1, 2014

[sementara] Katakan tidak untuk Smartphone Sony Mobile


Awal kepincut dengan smartphone Sony Mobile adalah karena desainnya yangcukup elegan dan berbeda dengan smartphone lain. Faktor lain adalah karena nama besar Sony yang merupakan perusahan berkelas dunia. Selain itu, pertimbangan harga dengan hardware dan fitur yang ditawarkan membuat saya menjatuhkan pilihan pada Sony Xperia, dengan tipe M Dual daripada merk lainnya yang sekelas.

Sony Xperia M Dual (SXMD) mengusung processor dari Qualcom Snapdragon, yang terkenal handal dalam navigasi. Fitur walkman serta kamera yang disematkan juga cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari. SXMD sudah memenuhi kebutuhan saya, selain kebutuhan utama telpon dan text, saya biasa menggunakan smartphone ini untuk menemani saya lari pagi dengan menggunakan app pihak ketiga.

Kekecewaan Dimulai

Pengalaman pertama cukup memuaskan setelah memboyong SXMD pada pameran Indocomtech 2013 di JCC, kualitas suara (walkman) yang cukup powerfull hingga hasil foto yang tidak mengecewakan di kelasnya. Namun fitur navigasi tidak sesuai harapan karena arah navigasi yang ditampilkan di SXMD bertolak belakang dengan arah (dilapangan) yang dituju. Misalkan saat saya berlari kearah barat, navigasi di SXMD menunjukkan arah ke timur. Mengejutkan karena HTC Polaris (yang saya miliki sejak tahun 2008) mampu memberikan hasil yang lebih baik, bahkan Samsung Tab 2 dengan juga memberikan hasil yang sesuai dengan arah dilapangan. Bagi saya pribadi navigasi menjadi fitur ketiga setelah telepon dan texting yang wajib dimiliki oleh smartphone.

Kekecewaan Utama

Pada pertengahan Desember 2013 atau 6 minggu sejak pembelian, SXMD menunjukkan gejala error dalam pengisian baterai. Persentase level baterai tidak mengalami kenaikan, malah cenderung turun, walaupun lampu notifikasi pengisian menyala merah (yang menunjukkan baterai dibawah 90%) serta terdapat tanda petir pada icon baterai di bagian kanan aras layar. Saat itu, saya masih berada dikampung halaman, dan di kota saya tidak memiliki Sony Service Center (SSC).

Akhir Januari saya kembali ke Jawa. TAM menjadi tujuan karena ini merupakan lokasi terdekat dari lokasi domisili saya, tepat dua minggu kemudian SXMD berada di tangan, Alhamdulillah setidaknya saya tidak perlu mengalami seperti yang dikeluhkan oleh banyak konsumen Sony Xperia.

Selang beberapa hari, SXMD saya mengalami kerusakan hal yang sama. Dikarenakan saat-saat itu Jakarta darurat banjir, SXMD baru bisa saya bawa ke SSC Roxy pada akhir Februari. Ada kejadian yang tidak mengenakan saat menunggu antrian, seorang konsumen Sony Mobile sedang meluapkan kemarahanya pada salah seorang CS di SSC, karena lebih 3 bulan smathponenya belum juga disperbaiki oleh SSC. Saat itu, ada kekuatiran jika SXMD saya akan mengalami perlakuan yang sama dari SSC. Dan kenyataannya sekarang memang merasakan kekecewaan terhadap Sony Service Center. Inilah yang menjadi dasar menulis artikel ini, semoga ada hikmahnya dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pada pembaca.

Setelah menyampaikan keluhan SXMD, saya menanyakan kebijakan perbaikan dan ketentuan garansinya. CS SSC menyampaikan, “dicoba service selama 2 minggu, kalau tidak bisa ditangani maka baru diadakan penggantian unit yang sama.” Saat itu, kalimat ini adalah kalimat yang cukup memuaskan bagi saya, namun pada akhirnya saya mengalami seperti yang dialami oleh kebanyakan konsumen Sony Mobile.

Setelah menanti selama 2 minggu, tidak ada informasi dari SSC, saya mencoba menghubungi nomor yang ada di slip Repair Order. Saya menelpon hingga 16 kali pada hari itu, tapi tidak satupun tersambung. Saya menemukan lebih banyak jalur sibuk, beberapa kali terdengar nada tunggu/dering, namun tidak dijawab oleh SSC. Ini awal dimana saya saya merasa kecewa dengan Sony Service Center.

 Telepon ke Sony Service Center (SSC) yang tidak pernah bisa tersambung.

Saya mencoba menghubungi Sony Xperia lewat FanPage-nya. Keluhan saya ditanggapi dengan ramah, bahwa sedang dilakukan pergantian Motherboard untuk SXMD saya. Hingga akhirnya saya menerima saran dari Sony Mobile ID untuk menunggu satu minggu kedepan. Satu minggu lewat namun tidak ada informasi pasti kapan selesainya SXMD tersebut, yang saya dapatkan hanya “akan kita bantu follow up” dan “akan kita bantu follow up”. Respon dari Sony Mobile  ID ini faktanya mulai membuat rasa kecewa berubah menjadi muak.

Saya sempat bertanya-tanya pada diri sendiri, "sebenarnya butuh waktu berapa lama untuk pergantian Motherboard?" Saya yakin toko-toko reparasi hape yang praktek disamping SSC Roxy mampu melakukan dalam hitungan jam. Kalaupun seandainya Sony Mobile butuh waktu untuk administrasi, pengetesan, hingga tetek bengek segala macam, apakah butuh hingga berminggu-minggu?

Saya screenshoot hasil chat dengan Sony Mobile ID.


Chat dengan FanPage Sony Mobile ID.

Dari hasil chat dengan Sony Mobile ID muncul kekecewaan karena Sony Mobile ID tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Sony Mobile tidak bisa memberikan kepastian selesainya SXMD saya, yang saya dapatkan hanya "akan dibantu follow up", "mohon tunggu".

Saya pribadi tidak dapat menyalahkan Sony Mobile ID, karena barangkali Sony Mobile ID beda divisi/manajemen dengan Sony Service Center. Namun kekecewaan tetap ada karena pertanyaan saya tentang kebijakan Sony Mobile tidak mampu dijawab.

Keluhan dari beberapa Konsumen Sony Xperia

Saya mendapati begitu banyak keluhan terhadap Smartphone Sony Xperia, seperti yang saya alami. Bahkan juga terjadi pada jajaran Smartphone flagship Sony Xperia. Kerusakan terjadi dalam hitungan minggu sejak pembelian baru. Yang diikuti dengan pelayanan yang sangat buruk dari Sony Service Center.

Saya tidak habis pikir, kenapa bisa kerusakan bisa terjadi dalam hitungan minggu. Apakah ini menjadi cerminan rendahnya Quality Qontrol dari Sony Mobile, atau mungkinkah sebagian (besar?) smartphone Sony Xperia yang dilempar ke konsumen Indonesia merupakan produk-produk yang gagal?

Berikut adalah beberapa screenshoot dari konsumen-konsumen Sony Mobile.

Pengalaman konsumen menggunakan Sony Xperia dan pelayanan buruk dari Sony Service Center.
Sumber kaskus (kiri) dan FanPage Sony Mobile ID (kanan).

Keluhan konsumen Sony Mobile di situs sonymobile.com.

Bahkan pengalaman salah seorang konsumen Sony Mobile menunjukkan tidak profesionalnya karyawan SSC dalam melayani konsumen. Mulai dari gadget konsumen yang dibiarkan begitu saja, hingga jawaban-jawaban karyawan Sony Mobile yang mencari-cari pembenaran dalam melayani keluhan konsumen.

Pengalaman konsumen Sony Xperia menghadapi CS Sony Mobile (A = konsumen, B = CS Sony). Sumber change.org.


Dari hasil chat saya dengan Sony Mobile ID, mengiring saya berpikir seperti ini lah yang sedang dialami oleh SXMD saya, tidak mengalami perbaikan, dibiarkan begitu saja diantara tumpukan Sony Xperia milik konsumen Sony Mobile lainnya.

Masih ada banyak lagi kekecewan/keluhan yang ditujukan ke Sony Mobile, baik itu dari konsumen Sony Mobile maupun dari penjual (klik disini untuk melihat keluhan penjual). Hasil searching oleh Google dengan menggunakan kata kunci “kecewa dengan Sony Xperia”, anda akan menemukan hal-hal yang 'menakjubkan'. Silakan kembangkan kata kunci lainnya.


Kesimpulan

Saya pernah dan masih memakai beberapa smartphone dari merk lain, berbagai jajaran produk Nokia, HTC, Samsung Galaxy, dan saat ini saya baru mencoba menjajaki smartphone besutan LG. Tidak ada kendala yang berarti dari gadget tersebut, tidak ada juga kekecewaan yang berlebihan dari konsumen di berbagai media.

Setelah merasakan sendiri produk smartphone Sony, serta banyaknya keluhan dari berbagai konsumen lainnya. Muncul pertanyaan, “dengan kerusakan yang terjadi dalam masa garansi hanya dalam hitungan minggu, apakah Sony Mobile melakukan QC terhadap Xperia?”

Yang lebih memuakan anda adalah, pengalaman emosi sebagai konsumen Sony Mobile saat berurusan dengan SSC.

Tentu kesimpulan berujung pada, layakkah jajaran produk Sony Xperia untuk anda miliki?
Sampai pihak Sony Mobile menanggapi keluhan dari para konsumen dan melakukan apa yang diharapkan konsumen, SONY XPERIA TIDAK LAYAK MENJADI PILIHAN konsumen Indonesia. Jangan buang Rupiah anda percuma.

Saya ingin mengutip komentar salah seorang konsumen Sony Mobile yang dapat menjadi bahan renungan terutama bagi calon konsumen Sony Mobile di situs change.org:

…

Sekarang bayangkan, ANDA MEMBAYAR MAHAL untuk dapat menikmati spek dan fitur yang ditawarkan Sony Xperia, TAPI Anda hanya dapat MENIKMATI DALAM HITUNGAN MINGGU. Kemalangan Anda bukan hanya sampai disini, karena Sony Xperia yang anda agungkan tersebut harus MENGINAP BERBULAN-BULAN di SSC tanpa ada kepastian kapan Sony Xperia Anda tersebut selesai. Setiap kali Anda menghubungi SSC, yang Anda dapatkan hanya janji, janji, hingga janji. Anda bukan hanya rugi uang, tapi juga waktu, tenaga, hingga pikiran, yang seharusnya dapat Anda lokasilan (red:alokasikan) untuk sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hidup dan kehidupan Anda.

Konsumen Indonesia seharusnya diperlakukan dengan pantas.

Kepada CALON KONSUMEN SMARTPHONE INDONESIA, BIJAKLAH DALAM MEMILIH SMARTPHONE.

…


Apa yang dapat anda lakukan?

Bagi konsumen Sony Mobile yang pernah merasakan pengalaman penuh emosi berurusan dengan Sony Service Center dan mengharapkan pelayanan yang lebih, bisa ikut menandarangani petisi di situs change.org (klik disini untuk terhubung). Bagi konsumen Sony Mobile yang belum pernah mengalami masa-masa sulit, sebaiknya ikut menandatangani petisi ini, (bukan bermaksud mendoakan) karena tidak menutup kemungkinan, kelak smartphone Xperia anda akan menginap di Sony Service Center.

Halaman petisi untuk Sony Service Center, klik disini untuk terhubung ke halaman tersebut dan menandatangani petisi.

Sejujurnya saya tidak begitu mengetahui bagaimana petisi tersebut dapat membantu konsumen Indonesia, namun setidaknya ini bisa menjadi wadah bagi konsumen Indonesia untuk menunjukkan kualitas SSC Indonesia yang buruk kepada dunia.

Solidaritas sebagai sesama konsumen Indonesia kami harapkan, agar (calon) konsumen Indonesia tidak diperlakukan semena-mena oleh perusahaan apapun.

Harapan, jika Sony Mobile memiliki rasa malu dan memiliki kehormatan yang tinggi seperti para samurai yang berasal dari negri yang sama dengan perusahaan Sony, tentu Sony Mobile Indonesia akan memperbaiki pelayanan (dan kualitas produk mereka).

Namun, jika tidak/belum tercapai. lupakan saja niat anda untuk memiliki smartphone dari Sony Mobile.

Apa yang kami harapakan dari Sony Mobile?

Win-win Solutions


Salam,
Konsumen Xperia yang kecewa dengan pelayanan SSC.


Update:
April 3, 2014, saya mendapatkan informasi dari Sony Mobile ID bahwa SXMD saya sudah diperbaiki dan sudah dikirim ke SSC Roxy pada tanggal 27 Maret. 2 jam berikutnya saya mendapatkan SMS (sepertinya dari SSC Roxy).


Menurut SXMD tanggal 27 Maret SXMD saya sudah selesai, dan diinformasikan ke saya pada tanggal 3 April. Ini berarti butuh waktu 1 minggu bagi SSC untuk menyampaikan ke konsumennya. Padahal tanggal 27 saya masih mendapatkan jawaban dari Sony Mobile ID, "akan di follow up". Silakan lihat full chat diatas. Selain itu yang membuat saya cukup heran, saya mendapatkan informasi pertama dari Sony Mobile ID, bukan dari SSC (SMS).

April 5, 2014, saya mengambil SXMD saya di SSC Roxy. Setelah sampai di SSC Roxy pukul 11, antiran sudah berjubel, dan saya disuguhi kemarahan dari bapak ke CS SSC (lihat foto kanan-bahwa), sepertinya bukan hal luar biasa jika ada konsumen yang marah ke CS Sony.
 
SSC Roxy (atas). Konsumen yang komplain ke CS SSC (bawah). 
Saat masuk ke antrian, saya sempat ditodong pertanyaan oleh konsumen lain, "sudah berapa bulan Xperianya menginap?". Obrolan dan hasil menguping dari konsumen-konsumen lain menambah buruk citra Sony Mobile di mata saya. Umumnya Sony Xperia mereka rusak dalam kurun waktu 2 hari hingga 2 bulan sejak pembelian baru, dan telah menginap berbulan-bulan di SSC.



Nov 30, 2012

Banjir (Lembah Kerinci) vs Karung & Mie Instan!

UHANGKAYO - Sepertinya Lembah Kerinci sedang panen karunia, selama hampir kurang lebih satu bulan di Lembah Kerinci, hujan deras berlangsung hampir tiap hari. Dan pada minggu pertama, beberapa kali banjir 'bertandang' ke rumah warga. Respon yang diberikan oleh pihak terkait cukup tanggap dengan menggali saluran air yang mengalami pendangkalan akibat erosi, agar air dapat mengalir dengan lancar ke sungai besar. Selain itu juga dengan membagikan karung dan mie instan. Karung digunakan untuk menghalangi air masuk ke rumah warga, setelah diisi dengan pasir dari erosi. Sedangkan mie instan, barangkali untuk aye kawo bagi warga setelah bekerja mengisi dan menata karung-karung tersebut.

Sedimen berupa pasir yang terbawa oleh air.

Bencana yang disebabkan oleh air di Lembah Kerinci bukan hanya banjir semata, namun juga masalah kekurangan (air bersih). Hal ini terjadi bukan hanya dimusim kemarau, bahkan di musim hujan seperti sekarang ini. Ketersediaan air bersih melebih kelangkaan BBM. PDAM sebagai pemasok air bersih hanya mampu mengalirkan air bersih secara bergantian, bahkan sejak minggu lalu, air bersih hanya mengalir sehari dengan diselingi dua hari berikutnya mati. Bagaimanapun juga, peristiwa banjir (yang pernah terjadi) dan kekurangan air bersih saat ini jika tidak ditanggulangi sejak dini, bukan tidak mungkin dapat menyebabkan bencana yang lebih besar kelak.

Lantas apa itu Banjir?

Banjir pada dasarnya adalah 'tertahannya' air di atas permukaan tanah. Tertahan bisa dikarenakan tanah yang jenuh, sehingga membentuk sebuah genangan air. Hal yang paling jelas dilihat adalah pada Danau, hanya saja bagi masyarakat danau adalah berkah, yang bisa menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga. Tertahan juga bisa dikarenakan debit air yang melewati saluran melebihi daya tampung saluran tersebut, sehingga menjadi air limpasan (run off). Air limpasan dengan volume yang cukup besar sehingga menggenangi jalan-jalan, pekarangan, hingga memasuki rumah-rumah, dikenal sebagai banjir.

Dahulu banjir seringkali dikaitkan dengan fungsi hutan, ketiadaan hutan dapat menyebabkan banjir. Namun dewasa ini banjir menunjukkan hubungan yang erat dengan tanah, ini berarti pada tegakan hutan, banjir pun dapat terjadi apabila volume air yang datang lebih besar daripada kemampuan tanah dalam meresapkannya. Pepohonan disini sangat membantu dalam menerima air hujan yang jatuh, mengurangi kecepatan aliran permukaan, sehingga mengurangi erosi, dan mempermudah dalam meresapkan air. Kemampuan meresapkan air ini juga ditunjang oleh sistem perakaran dan hewan tanah yang membentuk pori hutan. Akar pohon juga menghindari terjadi bahaya yang lebih besar berupa longsor.

Banjir di kawasan pemukiman tidak hanya memberikan kerugian ekonomi, namun juga dapat menjadi perusak lingkungan dalam skala yang lebih besar, serta berpotensi meningkatnya penyakit menular yang terbawa dari air. Pada akhirnya ini tentu membawa kerugian (secara eknomi) yang juga lebih besar, berupa pengeluaran ekstra untuk biaya kesehatan maupun perbaikan tanaman pertanian.

Perkerasan menghalangi infiltrasi air ke tanah.

Banjir pada kawasan pemukiman diyakini terjadi akibat alih fungsi lahan, dari ruang terbuka menjadi lahan perkerasan, baik untuk perumahan maupun berbagai infrastruktur lainnya. Semakin luas perkerasan semakin berkurang lahan untuk meresapkan air, semakin berkurang jumlah air tanah, dan berakibat pada semakin tinggi limpasan air. Limpasan air inilah yang memberikan kontribusi cukup besar pada setiap kejadian banjir di kawasan pemukiman. Limpasan air juga bisa terjadi pada lahan pertanian. Kamir R. Brata memberi contoh pada areal persawahan yang melumpurkan tanah. Pelumpuran akan merusak biopori yang dibuat oleh alam, sehingga air tidak dapat meresap ke dalam tanah, akibatnya air (bersama pupuk) akan langsung mengalir terbuang percuma.

Pelumpuran sebagai upaya untuk mempertahankan agar air tidak meresap.

Penanggulangan Bencana Banjir

Beberapa kasus banjir di daerah lain telah dicoba ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti pembuatan kanal (sungai buatan) untuk mengalirkan air secara langsung ke laut. Dengan dana yang besar serta lahan yang harus dikorbankan untuk membangun kanal, usaha ini dipercaya cukup efektif untuk mengatasi banjir. Namun ini hanya dapat terjadi apabila debit air yang masuk/dialirkan ke kanal tidak melebihi debit air kanal itu sendiri.

Dalam upaya untuk mengatasi banjir dan kekurangan air tanah, ilmu lingkungan mengenal konsep zero surface runoff. Konsep ini mengusung bahwa air hujan yang turun dari langit harus dapat diinfiltrasi (sepenuhnya) kedalam tanah dan menjadi cadangan air tanah. Melalui infiltrasi maka aliran permukaan dapat ditiadakan sehingga menghindari potensi terjadinya banjir maupun erosi. Salah satu teknologi yang diterapkan pada daerah pemukiman adalah melalui pembuatan sumur resapan. Berbeda halnya dengan pembuatan sumur yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan sumber air bersih, sumur resapan berfungsi kebalikan yaitu untuk menampung air hujan langsung maupun dari atap rumah. Melalui sumur resapan, air hujan tertahan di sumur resapan selama jam hujan, yang kemudian terinfiltrasi kedalam tanah.

Sumur resapan.

Usaha lain yang terbukti secara empiris dan ilmiah yang dapat mengatasi masalah banjir adalah dengan teknologi mulsa vertikal. Teknologi ini telah dilakukan oleh seorang dosen ilmu tanah - Kamir R. Brata - sejak tahun 1993, dan mulai mencuat ke permukaan sejak banjir yang hampir merendam 60% wilayah ibukota pada tahun 2007. Teknologi mulsa vertikal meresapkan air menggunakan bantuan makhluk hidup. Dengan alasan kepraktisan, kemudahan untuk diingat dan diucapkan, penamaan teknologi mulsa vertikal berubah menjadi Lubang Resapan Biopori (LRB).

Muasa Vertikal atau Lubang Resapan Biopori (LRB).

Lubang Biopori sendiri merupakan lubang silendris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm. Selanjutnya lubang ini diisi dengan sampah organik untuk makanan organisme tanah. Biopori sendiri terdiri atas dua kata - bio dan pore, karena teknologi biopori memanfaatkan aktivitas fauna tanah atau akar tanaman (bio) yang akan membentuk lubang terowongan kecil (pore).

Dalam mengatasi banjir, secara sederhana teknologi LRB menambah luas bidang resapan air, yaitu seluas dinding lubang. Pada LRB berdiameter 10 cm dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapan bertambah sekitar 3.140 cm2. Dengan kata lain, luas permukaan tanah berdiameter 10 cm memiliki luas resapan sebesar 78,5 cm2, setelah dibuat LRB dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapan akan menjadi 3.220 cm2. Dalam hal ini, perbandingan luas resapan tanah dengan LRB mencapai 40 kali dari luas resapan tanpa LRB.

LRB pada selokan bersemen.

Selain lebih murah dan bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja, apabila dibandingkan dengan pembuatan kanal dan sumur resapan, LRB juga memiliki keuntungan yang telah teruji secara ilmiah:
  1. Mencegah genangan dan banjir,
  2. Mencegah erosi dan longsor,
  3. Meningkatkan cadangan air bersih,
  4. Penyuburan tanah dan mengubah sampah organik menjadi kompos sehingga mengurangi emisi gas metan sebagai penyebab pemanasan global yang lebih kuat dari gas karbondiosida.

Kepraktisan pembuatan teknologi LRB serta manfaat yang besar, telah mengantarkan banyak daerah untuk membuat LRB sebagai upaya untuk mengatasi banjir di daerah mereka. Kota Jakarta, sebagai contoh, telah mulai gencar membuat LRB walaupun belum mencapai target hitung-hitungan sebanyak 75 juta Lubang Resapan Biopori, kemudian beberapa daerah lain seperti Bandung, Bogor, dan Bali juga tercatat mengikuti jejak ini.



Upaya Penanggulangan Banjir di Lembah Kerinci

Bencana alam yang disebabkan oleh kelebihan air (banjir) dan kekurangan air bersih yang (pernah) melanda Lembah Kerinci merupakan peristiwa yang sangat disayangkan, saat air hujan yang diturunkan tidak dapat disyukuri melalui pengelolaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan. Lebih ironis lagi, kawasan konservasi yang mengelilingi Lembah Kerinci tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu sebagai pengatur tata air. Banjir maupun kelangkaan air memiliki pengaruh yang signifkan dengan landcover maupun landuse suatu kawasan. Kawasan alami yang ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan seperti ekosistem hutan diyakini berperan dalam menerima, menyimpan, dan menahan air hujan yang jatuh diatasnya kemudian mersapkannya kedalam tanah, yang disebut sebagai fungsi hidrologis hutan. Ketiadaan (ekosistem) hutan berarti menghilangkan fungsi hidrologis itu sendiri.

Fenomena bencana yang disebabkan oleh air ini tentu tidak terlepas dari peran serta manusia yang ada diatasnya sebagai pengelola, ketidakberdayaan dan kelemahan pemerintah maupun masyarakat dalam menyelaraskan pembangunan dan mengelola alam dengan bijak. Hendaknya bencana alam (peristiwa banjir, kekeringan hingga longsor) dapat dilihat sebagai suatu bentuk 'kecemburuan' alam yang tidak mendapatkan perhatian dalam pembangunan. Peristiwa banjir, kekeringan, hingga longsor harusnya dapat menjadi pelajaran untuk merencanakan dan mengelola suatu lingkungan binaan yang lebih baik. Arah pembangunan hendaknya tidak hanya berorientasi pada ekonomi semata, namun juga memperhatian aspek ekologi, dan sosial. Tiga fungsi ini harus dapat berjalan berdampingan. Secara ekonomi maju, secara ekologi sehat, secara sosial merupakan perwujudan/warisan dari nilai-nilai lokal.

Melalui konsep zero surface runoff, banjir dan kelangkaan air bersih dapat dihindari. Dalam skala pemerintah usaha penanggulangan dan/atau antisipasi bencana, dapat dilakukan melalui pendekatan kebijakan penataan ruang yang berwawasan lingkungan dan berbasis mitigasi bencana. Sedangkan pada skala masyarakat dapat dilakukan melalui cara yang sederhana, pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) pada setiap sudut rumah. Tentu saja langkah yang terpenting memupuk kesadaran warga untuk peduli pada lingkungan. Alangkah baiknya jika pembuatan LRB ini terkoordinir dan/atau menjadi satu program dari daerah dari tingkat RT hingga Kabupaten/Kota. Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) tentu lebih baik daripada 'mengalirkan' air secara percuma ke sungai. Selain dapat mengurangi persediaan air tanah, jika seluruh air limpasan se-Lembah Kerinci dibuang percuma ke sungai, maka desa-desa disekitar sungai berpotensi mengalami kerugian yang paling besar apabila debit air yang masuk melebihi debit air sungai tersebut. Hal ini barangkali 'sebelas-duabelas' dengan kasus banjir di ibukota.

Lembah Kerinci adalah milik semua elemen masyarakat, sambil menunggu suatu program dapat terwujud dari pemerintah (yang juga merupakan wakil dari masing-masing elemen masyarakat), ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menunjukkan kepedulian kita kepada Lembah Kerinci.

"Air Sumber Kehidupan", kalimat ini sering kita dengar. Melalui Al-Quran Digital, aku menemukan tidak kurang dari 15 ayat yang menyandingkan kata (atau yang memiliki makna) "hidup/kehidupan" setelah kata "air (hujan)". Yang tersisa sekarang adalah bagaimana cara kita mensyukuri nikmatNYA.
An Nahl 65
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).

Apr 1, 2012

CITYgreen; Calculating the Value of Nature



UHANGKAYO - CITYgreen® merupakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh American Forest ekstensi untuk ArcView maupun ArcMap GIS. CITYgreen® menyediakan fasilitas untuk memetakan, mengukur, menampilkan, dan secara statistik menganalisis jasa lingkungan yang diberikan oleh pepohonan dan vegetasi serta menghitung manfaat ekonomi (dalam dollar) berdasarkan kondisi tapak. CITYgreen® mulai dikembangkan sejak tahun 1996, yang merupakan perangkat lunak pertama yang komprehensif, mudah digunakan dalam membuat keputusan keuangan untuk hutan kota. CITYgreen® dikembangakan dengan mewakili kolaborasi antara pihak akademik dan profesional konservasi kota, berdasarkan pandangan science yang up-to-date. CITYgreen® merupakan hasil gabungan yang didasari dari hasil penelitian yang telah diadakan sebelumnya oleh U.S. Forest Service dan Lawrence Livermore Laboratory. Para peneliti yang telah memberi dasar terbentuknya CITYgreen® adalah Nowak, McPherson, serta Akbari, dan beberapa peneliti lainnya.[1]

Analisis dalam CITYgreen® merupakan hasil dari penelitian dasar yang telah berlangsung dari beberapa dekade. CITYgreen® memiliki empat kategori untuk menilai manfaat ekosistem pada tingkat lokal maupun regional berdasarkan representasi dari geografis wilayah studi, yaitu:
  1. Air Quality yang mendeskripsikan seberapa besar jumlah polutan yang mampu dibuang dari atmosfer; 
  2. Carbon Storage and Sequestration yang mendeskripsikan nilai karbon tersimpan dan rosot per tahun; 
  3. Residential Cooling Effects mendeskripsikan energi listrik yang mampu dihemat dengan mengurangi jumlah penggunaan energi dalam rumah; 
  4. Stormwater Control mendeskripsikan jumlah aliran permukaan yang mampu diserap dan menghindari aliran ke badan air.
Selain itu, CITYgreen® juga mampu memprediksi pertumbuhan pohon hingga 50 tahun mendatang, serta mampu membuat sebuah model atau skenario manfaat pepohonan pada lingkup ketetanggaan hingga perkotaan dengan lebih efisien.[2]

Dalam hubungan dengan mitigasi urban heat island, CITYgreen® sebagai alat yang pada tahap awal berguna untuk mengelompokkan potensi mitigasi pada suatu lokasi dengan kondisi awal yang beragam; bagaimanapun, sebuah model sanggup mengelompokkan pada spasial area yang luas dengan beragam penggunaan lahan, tanaman yang berbeda, dan pilihan atap (termasuk teknologi atap putih maupun hijau) dan dapat memberikan proyeksi manfaat serta biaya strategi mitigasi UHI yang lebih baik untuk periode waktu yang lama.[3]

Perangkat lunak CITYgreen® sebagai alat untuk mengukur manfaat green infrastructure mendapat sambutan yang baik dan telah digunakan pada banyak kota di Amerika. Kebanyakan pengguna dari pemerintah setempat menemukan bahwa analisis CITYgreen® menjadi satu cara kuantitatif yang dibutuhkan untuk memperkuat pendapat mereka dan merasionalkan sesuatu yang sering diperdebatkan secara emosional. Model CITYgreen® dapat membantu mengkomunikasikan gagasan yang komplek kedalam cara yang lebih efektif dan mudah untuk dipahami.[2] CITYgreen® dipromosikan menjadi sebuah alat yang dapat mempengaruhi kebijakan publik tentang ruang hijau perkotaan terutama pohon. CITYgreen® membantu memandu kebijakan pada infrastruktur hijau kota. Program ini telah meningkatkan perhatian pada hilangnya hutan kota, dan membimbing perubahan kebijakan pada beberapa daerah dan negara di Amerika. American Forest bersama CITYgreen® telah berhasil meningkatkan nilai hutan kota dan kerugian secara ekonomi apabila hutan kota tersebut hilang.[1]

CITYgreen® telah membantu berbagai kalangan memahami nilai pepohonan bagi lingkungan lokal.[4]
  • Para profesional bidang perencanaan dan sumberdaya alam menggunakan perangkat lunak untuk menguji kebijakan lanskap, evaluasi perencanaan tapak, dan model skenario pengembangan yang menghitung manfaat pepohonan.
  • Para insinyur dapat menaksir dampak yang akan terjadi dengan hilangnya pepohonan dari biaya pengendalian banjir.
  • Perencana Hutan Kota menjadikan CITYgreen sebagai alat untuk meningkatkan pemeliharaan, penanaman, dan preservasi.
  • Pendidik mengajarkan ilmu kehutanan, ilmu lingkungan, lanskap arsitektur, dan perencana kota.
  • Pengembang dapat menghemat uang dari kontrol erosi dan pengelolaan banjir.
  • Pihak pengambil kebijakan dapat mengukur manfaat kualitas udara dari ruang terbuka hijau.
American Forest telah melaporkan manfaat ekosistem pada banyak negara bagian sejak tahun 1996 hingga sekarang dengan menggunakan CITYgreen®. Hasil-hasil penelitian dari American Forest telah dipublikasikan dalam bentuk laporan Urban Ecosystem Analysis untuk masing-masing negara. Manfaat eksositem yang dilaporkan oleh American Forest dengan CITYgreen® pada San Antonio tahun 2002 menunjukkan nilai penghematan listrik yang diberikan oleh bayangan pohon pada perumahan yang berlantai satu dan dua mencapai $76 per rumah per tahun, dengan manfaat total dari perumahan San Antonio sebesar $17,6 juta dari bayangan langsung pepohonan. Dengan kanopi sebesar 20% dari total area 788.000 acres (318.893,56 ha), hutan kota di San Antonio menyimpan karbon lebih dari 7 juta ton dengan penyerapan karbon tahunan sebesar 56 ribu ton.[5] Penelitian pada kota di Colorado mendapatkan hasil penghematan energi $50 per rumah dengan penghematan total tahunan sebsar $4,5 juta.

Perangkat lunak ini juga telah dicoba pada Negara China untuk menilai manfaat ekologi pada kota Nanjing. Pepohonan pada kota Nanjing menyimpan karbon sebesar 730 kt dengan penyerapan karbon mencapai 5,8 kt per tahun.[6] Sedangkan pada kota Shenyang (Ibu kota Propinsi Liaoning, China), manfaat yang diberikan 19.944 pohon pada hutan kota mencapai US$16.318 per tahun dalam membuang polutan dari udara.[7]

Satu penelitian menggunakan CITYgreen di Indonesia dilaksanakan pada dua perumahan untuk melihat nilai dari keberadaan pepohonan yang ada. Manfaat pepohonan dari aspek konservasi energi menunjukkan terjadi pengehematan listrik lebih dari 43 juta/tahun dari bayangan pohon pada Perumahan Villa Du*a, sedangkan pada Perumahan Taman Yas*in penghematan listrik sebesar 90 juta/tahun. Ditinjau dari aspek simpanan dan rosot karbon, Perumahan Villa Du*a menunjukkan simpanan karbon sebesar 331 ton dengan rosot melebih 4 ribu kg/tahun, dan pada Perumahan Taman Yas*in tersimpan karbon sebesar 376 ton dengan daya rosot melebihi 7 ribu kg karbon/tahun.[8]


___
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]

[8]

Mar 16, 2012

Pepohonan: Pereduksi Gas Rumah Kaca dan Penghemat Listrik Alami

UHANGKAYO - Gas Rumah Kaca (GRK) diibaratkan sebagai selimut bagi bumi yang berfungsi sebagai penyaring dan penyekat bagi bumi. Pada bagian atas atmosfer, lapisan gas ini menghentikan berbagai bentuk radiasi surya yang berbahaya yang akan mencapai permukaan bumi serta tetap menjaga energi panas; dua fungsi ini dapat mempertahankan bumi tetap sebagai lingkungan yang layak untuk dihuni. Protokol Kyoto mengatur enam jenis gas-gas rumah kaca, yaitu karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitrogen oksida (N2O), dan tiga gas-gas industri yang mengandung fluor (HFC, PFC, dan SF6). Uap air disebut juga sebagai salah satu GRK, tapi karena usianya di atmosfer yang singkat hanya beberapa hari, sehingga potensi pemanasan globalnya tidak terlalu berpengaruh.

Salah satu GRK yang dominan dan acap kali telah melalui campur tangan manusia adalah karbondioksida atau CO2 dengan volume 70% dari total GRK. Sumber alami gas CO2 berasal dari letusan gunung api, perombakan bahan organik, dan respirasi tumbuhan serta hasil pernafasan manusia.[9] Pepohonan yang mati dan membusuk akan melepaskan kembali karbon yang tersimpan ke atmosfir, walaupun karbon tertahan dalam tanah.[10]

Penelitian telah menunjukkan adanya korelasi positif antara peningkatan industri dengan kosentrasi gas karbon di atmosfir terutama karbon dioksida (CO2). Hampir seabad terakhir manusia telah memproduksi gas rumah kaca ke atmosfir melebihi kemampuan proses alami mampu merosotkan CO2. Meningkatnya CO2 di amtosfir sangat dipengaruhi oleh pembakaran dari bahan bakar fosil (sekitar 80% hingga 85%) serta dari deforestasi (penebangan hutan). Peningkatan karbon di atmosfer diperkirakan sebesar 2,6 miliar metrik ton (2,9 miliar ton) per tahun.[10] Meningkatnya jumlah kosentrasi karbon dioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya (metan, nitro oksida, chloroflurocarbons, dan O3) menjadi pemicu dalam meningkatnya suhu permukaan bumi dengan memerangkap gelombang radiasi tertentu dalam atmosfir.[11]



Pohon di perkotaan merupakan suatu metode alami untuk mencegah terjadi peningkatan kosentrasi karbon di atmosfir. Karena pohon menyimpan karbon kedalam strukturnya dan menyerap karbon pada proses pertumbuhannya, pepohonan bertindak sebagai wadah yang sangat besar untuk menyimpan karbon yang diproduksi oleh masyarakat indutsri kita. Pepohonan di perkotaan mengurangi karbon di atmosfir melalui dua cara. Pertama, secara langsung seiring dengan pertumbuhan, tingkat rosot CO2 melalui fotosintesis lebih besar dari kemampuan pohon melepaskan melalui pernafasan. Kedua, penempatan pohon yang tepat pada lokasi yang tepat disekitar bangunan dapat mengurangi permintaan energi pada pemanas dan pendingin udara, yang akan mengurangi emisi dari produksi energi berbahan bakar fosil.[12],[13],[14],[15]

Karbon merupakan komponen utama dari bentuk sel hidup, karbon pada pohon berfungsi sebagai bahan bangunan yang membentuk batang, akar, cabang, dan daun. Pohon dapat membuang karbon dari atmosfer melalui fotosintesis, memisahkan atom karbon dari atom oksigen, dan melepaskan kembali oksigen ke atmosfer. Dalam melakukan hal ini, pohon menyimpan karbon dalam jumlah yang besar pada tiap strukturnya, dan pertumbuhan tahunan meningkat seiring dengan bertambah jumlah karbon dalam strukturnya. Laju fotosintesis dipengaruhi oleh banyak faktor, rangkuman dari banyak penelitian sebelumnya beberapa faktor penting yang mempengaruhi laju fotosintesis, yaitu: jenis tumbuhan, umur daun, letak daun, fase pertumbuhan, intensitas cahaya matahari, kosentrasi CO2, suhu udara, ketersediaan air tanah dan kelembaban udara, kesehatan daun, dan polutan udara.[9]

Dengan menaungi rumah dan mengurangi penggunaan listrik oleh pendingin udara, pepohonan membantu menghindari terciptanya emisi CO2 di atmosfer pada proses pembangkit listrik yang berasal dari bahan bakar fosil. Proses ini dapat dijelaskan secara sederhana bahwa keberadaan pohon memberikan manfaat menurunkan suhu di sekitar rumah yang selanjutnya berdampak pada penurunan pemakaian energi listrik untuk mendinginkan ruangan, dengan berkurangnya penggunaan energi listrik bagi penggunan Air Conditioner berarti terjadi penurunan produksi listrik pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Sehingga emisi CO2 yang tercipta dari proses penyediaan listrik juga berkurang.

___
[9]
[10]
[11]
[12]
[13]
[14]
[15]

Manfaat Ruang Terbuka Hijau (Ameliorasi Iklim dan Penghematan Listrik)

UHANGKAYO - Lahan bervegetasi menjadi pengendali Urban Heat Island dan menjadikan pohon sebagai tempat penyimpanan bahang yang diterimanya. Vegetasi menyerap radiasi matahari dalam proses transpirasi. Radiasi yang sampai ke permukaan tanah akan digunakan untuk evaporasi. Lahan bervegetasi memiliki suhu lebih mantap (kisaran suhu siang dan malam hari yang kecil) jika dibandingkan lahan yang jarang atau tidak bervegetasi.[1] Keberadaan pepohonan juga meningkatkan kelembaban relatif lingkungan yang dinaunginya dan diperlukan untuk memberikan keteduhan yang dapat menurunkan suhu lingkungan. Vegetasi dapat menjadi pengontrol iklim mikro dengan menyerap panas dari pancaran sinar matahari dan memantulkannya sehingga dapat menurunkan suhu, fungsi vegetasi sebagai pengendali iklim mikro antara lain; kontrol radiasi matahari dan suhu, kontrol/pengendali angin, kontrol presipitasi dan kelembaban, pengendali suara, dan penyaring udara.[2]

Suhu tajuk pohon dalam keadaan terbuka terhadap sinar matahari mencapai 32-33oC sedangkan bagian ternaungi oleh tajuk memiliki nilai suhu 28-29oC, dalam hal ini jenis pohon memiliki perbedaan yang kecil. Pada blok konkret (beton) dan aspal menunjukkan suhu yang melebihi 42oC. Permukaan lahan yang ditumbuhi oleh tanaman penutup tanah memiliki kisaran suhu 35-36oC, pada lahan dengan elemen semak dan rumput masing-masing memiliki suhu 28-33oC dan 34-36oC. Suhu yang dimiliki tajuk pohon dalam keadaan terbuka terhadap sinar matahari mencapai 32-33oC dan suhu pada bagian yang ternaungi oleh tajuk pohon memiliki nilai 28-29oC, dalam hal ini jenis pohon memiliki perbedaan yang kecil. Sedangkan pada area dengan perkerasan oleh blok konkret (beton) dan aspal menunjukkan suhu yang melebihi 42oC.[3]

Menambahkan vegetasi pada lingkungan perkotaan melalui penanaman pohon yang tepat pada tempat yang strategis atau dengan menggabungkan vegetasi pada atap dapat mengurangi efek UHI, mengurangi penggunaan energi, dan meningkatkan kualitas udara. Hutan kota memodifikasi iklim mikro dan penggunaan energi dalam bangunan melalui: 1) naungan yang mengurangi jumlah energi radiasi yang diserap dan disimpan oleh permukaan terbangun, 2) evapotranspirasi yang mengubah air dalam tanaman menjadi uap dan menyejukkan udara sekitar, 3) mengurangi kecepatan angin yang dapat mengurangi masuknya udara dari luar.[4],[5],[6]



Umumnya pohon besar pada bagian barat dari rumah menjadi posisi yang memberikan manfaat yang paling besar untuk konservasi energi dalam bangunan diikuti bagian timur dan selatan.[7] Hasil menunjukkan bahwa pohon yang berada pada posisi barat rumah dan selatan mengurangi penggunaan energi listrik pada musim panas sebesar 185 kWh (5,2%) pada 460 rumah di Sacramento, California, sementara pohon sebelah utara rumah meningkatkan penggunaan energi listrik sebesar 55 kWh (1,5%).

Penelitian di dua perumahan di Kota Bogor menunjukkan bahwa perumahan dengan penutupan lahan oleh kanopis sebesar 8,50% memberikan penghematan tahunan dalam penggunaan energi listrik sebesar 43 juta Rupiah, atau terjadi penghematan per rumah sebesar 2,30%. Sedangkan perumahan dengan luas kanopi pohon sebesar 6% memberikan manfaat tahunan penghematan energi listrik sebesar 0,88% per rumah atau sebesar 90 juta Rupiah per tahun.[30]

___
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]
[30]

Feb 23, 2012

Untuk Kedua Kalinya Salju di Gurun Pasir Sahara



UHANGKAYO – Salju turun pada hari Selasa (17 Jan 2012) di Gurun Sahara bagian barat Aljazair.

Musim dingin telah membawa salju dan hujan ke wilayah tersebut, angin kencang meniupkan salju di jalan dan gedung di Provinsi Bechar.

Penduduk setempat mengatakan bahwa salju baik untuk pohon sawit karena dapat membunuh parasit.

Bechar terletak di Gurun Sahara bagian utara, sekitar 36 km sebelah selatan dari perbatasan Maroko.

Salju pertama kali di Gurun Sahara terjadi pada 18 Feb 1979. Salju turun di beberapa tempat sebelah selatan Aljazair, badai salju ini menghentikan lalu-lintas di Ghardaia, dan hilang dalam beberapa jam.




Sumber: 9news.com, wikipedia.org

Feb 17, 2012

Rumah Amfibi Pertama di Inggris sebagai Model Mengatasi Masalah Banjir

uhangkayo - Baca Architects baru-baru ini memperoleh persetujuan untuk membangun rumah amfibi pertama di tepi Sungai Thames, Inggris! Rumah tes ini akan menjawab isu tentang banjir yang semakin meningkat - yang merupakan masalah yang hampir terjadi di seluruh dunia akibat perubahan iklim. Saat terjadi pasang, rumah modern ini akan ikut naik dan mengambang, sehingga penghuninya tetap aman.

Rumah nyaman yang berukuran 738 kaki persegi (red: sekitar 68,5 m persegi) akan dibangun berdekatan dengan garis pantai sungai, yang hanya berjarak 32 kaki (red: 9,75 m). Tim Baca telah melakukan penelitian bertahun-tahun dengan model rumah yang tetap aman dan dapat ‘bersahabat’ dengan kondisi banjir. Perusahaan ini adalah pemimpin dalam arsitektur tepi air (waterfront* architecture), dan ini adalah tapak yang ideal untuk mengembangkan rumah tahan banjir.




Selama masa-masa kering, rumah akan berada tetap di fondasinya. Tetapi jika terjadi banjir, seluruh struktur akan terangka dari docknya, dan mengambang bersama dengan air banjir. Rumah itu akan dibangun di daerah rawan banjir yang disebut Zona Banjir 3b, yang terletak di sebuah pulau kecil di Sungai Thames Buckinghamshire.


Seperti kebanyakan rumah di Buckinghamshire, rumah ini akan didesain dengan atap bernada tradisional serta dengan karakteristik lain seperti halnya rumah yang terdapat di wilayah tersebut. Meskipun pada bagian luar akan sedikit berbeda sesuai dengan rancangan, rumah akan menjadi sangat efisien dalam penggunaan energi,  karena banyak isolasi dan performa kaca jendela. Taman sekitarnya akan ditanami sebagai baris pertama pertahanan terhadap banjir, dan rumah akan mulai bereaksi saat air mencapai titik tertentu, setelah memberikan pesan peringatan kepada penghuni.


Façade dari kayu ringan akan ditempatkan antara empat tonggak vertikal yang akan membuat struktur tetap ditempat. Pembangunan rumah ini direncanakan pada akhir tahun ini, dan akan menjadi sebuah model yang baik untuk menangani masalah banjir di seluruh dunia.

Sumber: inhabitat.com

Glosarium Uhangkayo: waterfront

Pengertian waterfront dalam Bahasa Indonesia secara harafiah adalah daerah tepi laut, bagian kota yang berbatasan dengan air, daerah pelabuhan (Echols, 2003). Sedangkan, urban waterfront mempunyai arti suatu lingkungan perkotaan yang berada di tepi atau dekat wilayah perairan, misalnya lokasi di area pelabuhan besar di kota metropolitan (Wrenn, 1983). Dari kedua pengertian tersebut maka definisi waterfront adalah suatu daerah atau area yang terletak di dekat/berbatasan dengan kawasan perairan dimana terdapat satu atau beberapa kegiatan dan aktivitas pada area pertemuan tersebut. - archilia.

Jan 22, 2012

Orang Pendek, Misteri Terbesar Dunia



UHANGKAYO - Ada banyak istilah untuk Orang Pendek (Short Man) ini, seperti Uhang Pandak atau Orang Pandak. variasi nama ini karena makhluk ini belum teridentifikasi oleh ilmuwan. Orang Pendek merupakan suatu makhluk yang keberadaannya telah diketahui sejak 150 tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada bukti fisik (seperti foto) tentang makhluk ini.

Keberadaan Orang Pendek telah dilaporkan oleh masyarakat sekitar, Koloni Belanda, wisatawan dan peneliti mancanegara. Informasi yang terkumpul menyatakan bahwa Orang Pendek merupakan makhluk yang hidup di atas tanah, berjalan dengan dua kaki, tubuh diselimuti oleh bulu pendek (abu-abu hingga coklat), dan tinggi berkisar antara 80 cm hingga 150 cm.

Laporan Orang Pendek ini sering dijumpai dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, terutama di Lembah Kerinci yang merupakan enclave dari TNKS. Penyebaran makhluk ini pada hutan hujan dataran rendah hutan pegunungan, hingga hutan sub alpin pada formasi Gunung Kerinci.


Penelitian-penelitian terhadap Orang Pendek tidak pernah membuahkan hasil. Penggunaan kamera trap di daerah yang kemungkinan besar Uhang Pandak terlihat juga tidak memberikan hasil yang diinginkan. Masyarakat setempat menyebutkan bahwa makhluk ini tidak akan menampakkan diri pada orang yang berniat mencarinya.

Informasi lebih jauh tentang Orang Pendek:

    * International Monkey Hunter
    * rfthomas.clara

___
Dikutip dari uhangkayo.webs.com