Kerinci Regency in 3D

Peta wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam Tiga Dimensi, oleh Milantara - uhangkayo.webs.com.

Koto Petai - Danau Kerinci

Perahu-perahu Nelayan Koto Petai - uhangkayo.webs.com.

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci yang Menjulang diantara Awan Putih dan Langit Biru (foto: Jeremy Holden, FFI) - uhangkayo.webs.com.

Rumah Larik

Rumah Larik, Rumah Tradisional Masyarakat Lembah Kerinci - uhangkayo.webs.com.

Sungai Penuh

Senja di Batas Kota Sungai Penuh - uhangkayo.webs.com.

sideCategory1

Showing posts with label Gadget. Show all posts
Showing posts with label Gadget. Show all posts

Aug 10, 2014

Dua akun WhatsApp dalam satu smartphone Android dengan OGWhatsApp

UHANGKAYO.webs.com - Berawal dari jalan-jalan di dunia maya, ketemu dengan satu artikel menarik di Kaskus, artikel yang memang lagi dibutuhkan. OGWhatsApp merupakan aplikasi untuk smartphone android, yang memungkinkan pemilik smartphone android dapat menggunakan dua nomor HP dalam satu smartphone.


Walaupun telah mengikuti tahap demi tahap sesuai dengan artikel tersebut, namun tetap tidak berhasil.



Berikut adalah modifikasi proses instalasi OGWhatsApp pada satu hape Android:

  1. Jika anda sudah menginstal WhatsApp, Backup terlebih dulu, agar histori dipulihkan kembali (jika dibutuhkan). Jika anda belum, install terlebih dahulu WhatsApp versi ori (dari playstore), kemudian registrasi untuk nomor. Nomor ini nantinya akan menjadi nomor OGWhatsApp.
  2. Instal OGWhatsApp (tanpa uninstal/logout akun WhatsApp) ~> akan muncul folder /sdcard/OGWhatsApp.
  3. Hapus (delete) folder OGWhatsApp.
  4. Ubah nama folder WhatsApp (di /sdcard/WhatsApp) menjadi /sdcard/OGWhatsApp.
  5. Kemudian buka OGWhatsApp melalui ikon, dan verifikasi dengan nomor lama. Ikuti proses seperti verifikasi WhatsApp.
  6. Jika anda telah membackup, maka akan ada pilihan untuk restore dari backup data sebelumnya.
  7. Sampai tahap ini proses instalasi dan verifikasi OGWhatsApp telah berhasil dilakukan.
  8. Lanjutkan dengan proses login akun WhatsApp, pada tahap ini masukkan nomor baru.
  9. Done.




Catatan:

  • Dilakukan pada smartphone single sim.
  • Verifikasi nomor lain/kedua dapat dilakukan melalui SMS/Call, sebaiknya nomor kedua tetap aktif (terpasang pada hape lain).

Dapatkan OGWhatsApp dengan klik disini.

Apr 13, 2014

Fotografi Makro dengan Nexus 5


UHANGKAYO.webs.com - Kualitas foto yang dihasilkan oleh smartphone semakin menunjukkan hasil yang memuaskan, beberapa smartphone kelas atas sudah mampu menyamai kuaitas foto kamera saku. Salah satu bidang fotografi yang cukup menarik adalah fotografi makro.


Saat pertama menggunakan kamera Nexus 5, saya pribadi cukup kaget dengan hasil yang diberikan terutama pada foto dengan jarak yang dekat (fotografi makro). Kedetilannya terlihat begitu jelas. Memang tidak bisa dibandingkan dengan hasil kamera DSLR, namun hasil yang diberikan oleh Nexus 5 sudah cukup bagi kebutuhan sehari-hari untuk pamer-pamer di Instagram, Path, Twiter, Facebook, maupun berbagai media sosial lainnya.

Jeruknipis yang menjadi salah satu portal gadget di Indonesia menyebutkan bahwa Nexus 5 menjadi smartphone yang fitur kameranya patut disegani. Kamera belakang 8 MP dengan optik berteknologi image stabilization dan memiliki IOS yang sama dengan LG G2. Apalagi CMOS sensor yang digunakan juga terbilang gahar yakni menggunakan Sony IMX17. 

Fotografi Makro adalah fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik seperti mikroskop. Lebih lanjut wikipedia menjelaskan bahwa fotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1 yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya.

Berikut adalah hasil fotografi makro dengan menggunakan Nexus 5, tanpa menggunakan lensa tambahan makro. Tidak ada proses editing warna dan lain sebagainya, foto-foto berikut hanya sebatas cropping dan resize, serta penambahan icon uhangkayo.webs.com :D.


Gantungan kunci KitKat.


Bath Foam.


Boneka kayu yang menggantung di depan pintuku.


Debu-debu 'intan' di logo Fujitsu.


Keyboard notebook.


Logitech mouse dan mousepad.


Lowerpro adventura 170.


[Kembang apa nie?]


Bunga putri malu (Mimosa pudica).

Bawang-bawangan (Zephyranthes atamasca).


[ini juga kembang aoa?]


[Serangga apa nie namanya?]


[Lagi, serangga apa nie namanya?]


[Masih ga tau, serangga apa nie namanya?]


Apr 1, 2014

[sementara] Katakan tidak untuk Smartphone Sony Mobile


Awal kepincut dengan smartphone Sony Mobile adalah karena desainnya yangcukup elegan dan berbeda dengan smartphone lain. Faktor lain adalah karena nama besar Sony yang merupakan perusahan berkelas dunia. Selain itu, pertimbangan harga dengan hardware dan fitur yang ditawarkan membuat saya menjatuhkan pilihan pada Sony Xperia, dengan tipe M Dual daripada merk lainnya yang sekelas.

Sony Xperia M Dual (SXMD) mengusung processor dari Qualcom Snapdragon, yang terkenal handal dalam navigasi. Fitur walkman serta kamera yang disematkan juga cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari. SXMD sudah memenuhi kebutuhan saya, selain kebutuhan utama telpon dan text, saya biasa menggunakan smartphone ini untuk menemani saya lari pagi dengan menggunakan app pihak ketiga.

Kekecewaan Dimulai

Pengalaman pertama cukup memuaskan setelah memboyong SXMD pada pameran Indocomtech 2013 di JCC, kualitas suara (walkman) yang cukup powerfull hingga hasil foto yang tidak mengecewakan di kelasnya. Namun fitur navigasi tidak sesuai harapan karena arah navigasi yang ditampilkan di SXMD bertolak belakang dengan arah (dilapangan) yang dituju. Misalkan saat saya berlari kearah barat, navigasi di SXMD menunjukkan arah ke timur. Mengejutkan karena HTC Polaris (yang saya miliki sejak tahun 2008) mampu memberikan hasil yang lebih baik, bahkan Samsung Tab 2 dengan juga memberikan hasil yang sesuai dengan arah dilapangan. Bagi saya pribadi navigasi menjadi fitur ketiga setelah telepon dan texting yang wajib dimiliki oleh smartphone.

Kekecewaan Utama

Pada pertengahan Desember 2013 atau 6 minggu sejak pembelian, SXMD menunjukkan gejala error dalam pengisian baterai. Persentase level baterai tidak mengalami kenaikan, malah cenderung turun, walaupun lampu notifikasi pengisian menyala merah (yang menunjukkan baterai dibawah 90%) serta terdapat tanda petir pada icon baterai di bagian kanan aras layar. Saat itu, saya masih berada dikampung halaman, dan di kota saya tidak memiliki Sony Service Center (SSC).

Akhir Januari saya kembali ke Jawa. TAM menjadi tujuan karena ini merupakan lokasi terdekat dari lokasi domisili saya, tepat dua minggu kemudian SXMD berada di tangan, Alhamdulillah setidaknya saya tidak perlu mengalami seperti yang dikeluhkan oleh banyak konsumen Sony Xperia.

Selang beberapa hari, SXMD saya mengalami kerusakan hal yang sama. Dikarenakan saat-saat itu Jakarta darurat banjir, SXMD baru bisa saya bawa ke SSC Roxy pada akhir Februari. Ada kejadian yang tidak mengenakan saat menunggu antrian, seorang konsumen Sony Mobile sedang meluapkan kemarahanya pada salah seorang CS di SSC, karena lebih 3 bulan smathponenya belum juga disperbaiki oleh SSC. Saat itu, ada kekuatiran jika SXMD saya akan mengalami perlakuan yang sama dari SSC. Dan kenyataannya sekarang memang merasakan kekecewaan terhadap Sony Service Center. Inilah yang menjadi dasar menulis artikel ini, semoga ada hikmahnya dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pada pembaca.

Setelah menyampaikan keluhan SXMD, saya menanyakan kebijakan perbaikan dan ketentuan garansinya. CS SSC menyampaikan, “dicoba service selama 2 minggu, kalau tidak bisa ditangani maka baru diadakan penggantian unit yang sama.” Saat itu, kalimat ini adalah kalimat yang cukup memuaskan bagi saya, namun pada akhirnya saya mengalami seperti yang dialami oleh kebanyakan konsumen Sony Mobile.

Setelah menanti selama 2 minggu, tidak ada informasi dari SSC, saya mencoba menghubungi nomor yang ada di slip Repair Order. Saya menelpon hingga 16 kali pada hari itu, tapi tidak satupun tersambung. Saya menemukan lebih banyak jalur sibuk, beberapa kali terdengar nada tunggu/dering, namun tidak dijawab oleh SSC. Ini awal dimana saya saya merasa kecewa dengan Sony Service Center.

 Telepon ke Sony Service Center (SSC) yang tidak pernah bisa tersambung.

Saya mencoba menghubungi Sony Xperia lewat FanPage-nya. Keluhan saya ditanggapi dengan ramah, bahwa sedang dilakukan pergantian Motherboard untuk SXMD saya. Hingga akhirnya saya menerima saran dari Sony Mobile ID untuk menunggu satu minggu kedepan. Satu minggu lewat namun tidak ada informasi pasti kapan selesainya SXMD tersebut, yang saya dapatkan hanya “akan kita bantu follow up” dan “akan kita bantu follow up”. Respon dari Sony Mobile  ID ini faktanya mulai membuat rasa kecewa berubah menjadi muak.

Saya sempat bertanya-tanya pada diri sendiri, "sebenarnya butuh waktu berapa lama untuk pergantian Motherboard?" Saya yakin toko-toko reparasi hape yang praktek disamping SSC Roxy mampu melakukan dalam hitungan jam. Kalaupun seandainya Sony Mobile butuh waktu untuk administrasi, pengetesan, hingga tetek bengek segala macam, apakah butuh hingga berminggu-minggu?

Saya screenshoot hasil chat dengan Sony Mobile ID.


Chat dengan FanPage Sony Mobile ID.

Dari hasil chat dengan Sony Mobile ID muncul kekecewaan karena Sony Mobile ID tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Sony Mobile tidak bisa memberikan kepastian selesainya SXMD saya, yang saya dapatkan hanya "akan dibantu follow up", "mohon tunggu".

Saya pribadi tidak dapat menyalahkan Sony Mobile ID, karena barangkali Sony Mobile ID beda divisi/manajemen dengan Sony Service Center. Namun kekecewaan tetap ada karena pertanyaan saya tentang kebijakan Sony Mobile tidak mampu dijawab.

Keluhan dari beberapa Konsumen Sony Xperia

Saya mendapati begitu banyak keluhan terhadap Smartphone Sony Xperia, seperti yang saya alami. Bahkan juga terjadi pada jajaran Smartphone flagship Sony Xperia. Kerusakan terjadi dalam hitungan minggu sejak pembelian baru. Yang diikuti dengan pelayanan yang sangat buruk dari Sony Service Center.

Saya tidak habis pikir, kenapa bisa kerusakan bisa terjadi dalam hitungan minggu. Apakah ini menjadi cerminan rendahnya Quality Qontrol dari Sony Mobile, atau mungkinkah sebagian (besar?) smartphone Sony Xperia yang dilempar ke konsumen Indonesia merupakan produk-produk yang gagal?

Berikut adalah beberapa screenshoot dari konsumen-konsumen Sony Mobile.

Pengalaman konsumen menggunakan Sony Xperia dan pelayanan buruk dari Sony Service Center.
Sumber kaskus (kiri) dan FanPage Sony Mobile ID (kanan).

Keluhan konsumen Sony Mobile di situs sonymobile.com.

Bahkan pengalaman salah seorang konsumen Sony Mobile menunjukkan tidak profesionalnya karyawan SSC dalam melayani konsumen. Mulai dari gadget konsumen yang dibiarkan begitu saja, hingga jawaban-jawaban karyawan Sony Mobile yang mencari-cari pembenaran dalam melayani keluhan konsumen.

Pengalaman konsumen Sony Xperia menghadapi CS Sony Mobile (A = konsumen, B = CS Sony). Sumber change.org.


Dari hasil chat saya dengan Sony Mobile ID, mengiring saya berpikir seperti ini lah yang sedang dialami oleh SXMD saya, tidak mengalami perbaikan, dibiarkan begitu saja diantara tumpukan Sony Xperia milik konsumen Sony Mobile lainnya.

Masih ada banyak lagi kekecewan/keluhan yang ditujukan ke Sony Mobile, baik itu dari konsumen Sony Mobile maupun dari penjual (klik disini untuk melihat keluhan penjual). Hasil searching oleh Google dengan menggunakan kata kunci “kecewa dengan Sony Xperia”, anda akan menemukan hal-hal yang 'menakjubkan'. Silakan kembangkan kata kunci lainnya.


Kesimpulan

Saya pernah dan masih memakai beberapa smartphone dari merk lain, berbagai jajaran produk Nokia, HTC, Samsung Galaxy, dan saat ini saya baru mencoba menjajaki smartphone besutan LG. Tidak ada kendala yang berarti dari gadget tersebut, tidak ada juga kekecewaan yang berlebihan dari konsumen di berbagai media.

Setelah merasakan sendiri produk smartphone Sony, serta banyaknya keluhan dari berbagai konsumen lainnya. Muncul pertanyaan, “dengan kerusakan yang terjadi dalam masa garansi hanya dalam hitungan minggu, apakah Sony Mobile melakukan QC terhadap Xperia?”

Yang lebih memuakan anda adalah, pengalaman emosi sebagai konsumen Sony Mobile saat berurusan dengan SSC.

Tentu kesimpulan berujung pada, layakkah jajaran produk Sony Xperia untuk anda miliki?
Sampai pihak Sony Mobile menanggapi keluhan dari para konsumen dan melakukan apa yang diharapkan konsumen, SONY XPERIA TIDAK LAYAK MENJADI PILIHAN konsumen Indonesia. Jangan buang Rupiah anda percuma.

Saya ingin mengutip komentar salah seorang konsumen Sony Mobile yang dapat menjadi bahan renungan terutama bagi calon konsumen Sony Mobile di situs change.org:

…

Sekarang bayangkan, ANDA MEMBAYAR MAHAL untuk dapat menikmati spek dan fitur yang ditawarkan Sony Xperia, TAPI Anda hanya dapat MENIKMATI DALAM HITUNGAN MINGGU. Kemalangan Anda bukan hanya sampai disini, karena Sony Xperia yang anda agungkan tersebut harus MENGINAP BERBULAN-BULAN di SSC tanpa ada kepastian kapan Sony Xperia Anda tersebut selesai. Setiap kali Anda menghubungi SSC, yang Anda dapatkan hanya janji, janji, hingga janji. Anda bukan hanya rugi uang, tapi juga waktu, tenaga, hingga pikiran, yang seharusnya dapat Anda lokasilan (red:alokasikan) untuk sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hidup dan kehidupan Anda.

Konsumen Indonesia seharusnya diperlakukan dengan pantas.

Kepada CALON KONSUMEN SMARTPHONE INDONESIA, BIJAKLAH DALAM MEMILIH SMARTPHONE.

…


Apa yang dapat anda lakukan?

Bagi konsumen Sony Mobile yang pernah merasakan pengalaman penuh emosi berurusan dengan Sony Service Center dan mengharapkan pelayanan yang lebih, bisa ikut menandarangani petisi di situs change.org (klik disini untuk terhubung). Bagi konsumen Sony Mobile yang belum pernah mengalami masa-masa sulit, sebaiknya ikut menandatangani petisi ini, (bukan bermaksud mendoakan) karena tidak menutup kemungkinan, kelak smartphone Xperia anda akan menginap di Sony Service Center.

Halaman petisi untuk Sony Service Center, klik disini untuk terhubung ke halaman tersebut dan menandatangani petisi.

Sejujurnya saya tidak begitu mengetahui bagaimana petisi tersebut dapat membantu konsumen Indonesia, namun setidaknya ini bisa menjadi wadah bagi konsumen Indonesia untuk menunjukkan kualitas SSC Indonesia yang buruk kepada dunia.

Solidaritas sebagai sesama konsumen Indonesia kami harapkan, agar (calon) konsumen Indonesia tidak diperlakukan semena-mena oleh perusahaan apapun.

Harapan, jika Sony Mobile memiliki rasa malu dan memiliki kehormatan yang tinggi seperti para samurai yang berasal dari negri yang sama dengan perusahaan Sony, tentu Sony Mobile Indonesia akan memperbaiki pelayanan (dan kualitas produk mereka).

Namun, jika tidak/belum tercapai. lupakan saja niat anda untuk memiliki smartphone dari Sony Mobile.

Apa yang kami harapakan dari Sony Mobile?

Win-win Solutions


Salam,
Konsumen Xperia yang kecewa dengan pelayanan SSC.


Update:
April 3, 2014, saya mendapatkan informasi dari Sony Mobile ID bahwa SXMD saya sudah diperbaiki dan sudah dikirim ke SSC Roxy pada tanggal 27 Maret. 2 jam berikutnya saya mendapatkan SMS (sepertinya dari SSC Roxy).


Menurut SXMD tanggal 27 Maret SXMD saya sudah selesai, dan diinformasikan ke saya pada tanggal 3 April. Ini berarti butuh waktu 1 minggu bagi SSC untuk menyampaikan ke konsumennya. Padahal tanggal 27 saya masih mendapatkan jawaban dari Sony Mobile ID, "akan di follow up". Silakan lihat full chat diatas. Selain itu yang membuat saya cukup heran, saya mendapatkan informasi pertama dari Sony Mobile ID, bukan dari SSC (SMS).

April 5, 2014, saya mengambil SXMD saya di SSC Roxy. Setelah sampai di SSC Roxy pukul 11, antiran sudah berjubel, dan saya disuguhi kemarahan dari bapak ke CS SSC (lihat foto kanan-bahwa), sepertinya bukan hal luar biasa jika ada konsumen yang marah ke CS Sony.
 
SSC Roxy (atas). Konsumen yang komplain ke CS SSC (bawah). 
Saat masuk ke antrian, saya sempat ditodong pertanyaan oleh konsumen lain, "sudah berapa bulan Xperianya menginap?". Obrolan dan hasil menguping dari konsumen-konsumen lain menambah buruk citra Sony Mobile di mata saya. Umumnya Sony Xperia mereka rusak dalam kurun waktu 2 hari hingga 2 bulan sejak pembelian baru, dan telah menginap berbulan-bulan di SSC.



Nov 4, 2012

Peta Jalan Kota Padang (©LembahKerinci)

Berada di daerah yang baru, tentunya cukup memusingkan bagi siapapun juga. Meskipun terbilang dekat dari kampung kelahiranku, namun aku tetap tidak familiar dengan kota ini. Namun, teknologi Google Map (Mobile) membantu dalam menemukan lokasi spesifik jika anda selalu terhubung dengan internet. Ini tentu membutuhkan biaya ekstra untuk.

Berikut adalah peta Kota Padang hasil mozaik dari Google Map berukuran 12.020 px X 12.030 px, yang dapat dimiliki dan disimpan dalam komputer maupun untuk dicetak.

Peta Jalan Kota Padang 12.020 x 12.030 (klik disini untuk mendapatkannya) (©LembahKerinci).

Peta Jalan Kota Padang ini juga telah aku convert ke file .map (dengan koordinat geografis) agar dapat dibuka di hape melalui software OziExplorer*) dari perangkat mobile GPS anda.

Peta Jalan Kota Padang dari Mobile GPS dengan OziExplorer.

Download Peta Jalan Kota Padang:
  1. ukuran 12.020 x 10.030 (file png).
  2. mobile version **)

  3. *) OziExplorer adalah perangkat lunak GPS yang dapat dijalankan pada hadware dengan GPS receiver seperti Magellan, Garmin, Lowrance, Eagle, Brunton/Silva and MLR. Lebih detil tentang OziExplorer klik disini.
    **) ekstrak file ke direktori OziExplorer di gadget/hape Anda, biasanya ".../OziExplorer 2/Maps"

Baca juga: pengalaman ditilang di Padang

Oct 26, 2012

Trik Para Penjual Kamera (DSLR) di M2M


Memiliki DSLR merupakan impian bagi hampir semua penggila foto, untuk membekukan waktu, menangkap sisi indah yang tercipta, kemudian menyimpan keabadiannya pada dalam suatu 'wadah'.

Dengan segala fitur dan kelebihan yang dimiliki oleh DSLR, menyebabkan kamera jenis ini terbilang mahal dibandingkan kamera pocket, harga terendah di pasaran sekitar 4j hingga mencapai puluhan juta untuk kelas profesional. Anggapan bahwa harga menentukkan kualitas barangkali berlaku untuk gadget ini. Tapi di toko-toko, harga satu tipe DSLR yang mahal belum tentu lebih bagus daripada DSLR tipe lain. Saat transaksi inilah dituntut kejelian Anda sebagai pembeli, karena jika tidak, bisa jadi Anda membeli DSLR dengan harga yang jauh lebih mahal. Namun, jika ada seorang expert atau setidaknya sudah cukup lama bersinggungan dengan DSLR, tentu Anda akan menjatuhkan pilihan pada kemera yang lebih baik (bukan yang lebih mahal).

Sekitar dua minggu lalu saya belanja DSLR. Setelah membandingkan dengan tipe-tipe lain pilihan jatuh pada Canon EOS 600D, dengan harga yang bisa dikatakan sudah cukup stabil, selain itu sisa dana bisa digunakan untuk berinvestasi pada lensa. Dari beberapa toko yang saya singgahi, saya perhatikan pola (baca: trik) menjual yang sama. Pada awalnya tawar-menawar berlangsung untuk tipe yang saya minta, namun berakhir pada penawaran tipe lain dari penjual, yaitu Canon Rebel T3 dan Kiss X. Mereka meyakinkan tipe ini lebih unggul (fitur maupun kualitas) dibandingkan dengan EOS 600D, hal ini diperkuat dengan harga juga lebih mahal. Padahal kedua tipe tersebut dibawah tipe EOS 600D, harga yang sesungguhnya pun lebih murah.

Tulisan berikut merupakan hasil penalaran dari pengamatan/pengalaman langsung berinteraksi dengan para penjual. Semoga bisa menjadi pedoman bagi teman-teman (amatir) dalam bertransaksi.

Apakah Anda 'Anak Kemarin Sore'?

Saat belanja, informasi pengetahuan Anda tentang DLSR akan di gali. Pertanyaan-pertanyaan sederhana (seperti: "sebelumnya pakai jenis kamera apa?", "teman-temannya pakai kamera apa?", "untuk dipakai sendiri atau untuk yang lain?") akan menjadi penetu untuk menjustifikasi apakah Anda seorang profesional atau amatir. Saat Anda di 'cap' sebagai 'anak kemarin sore', akan sangat mudah bagi Anda untuk menerima bahwa satu tipe (atau merk) lebih bagus dari tipe lain.

Walaupun Anda telah menentukan pilihan pada satu tipe DSLR (misalkan DSLR A), Anda tetap akan digoyahkan dengan tipe lain (DSLR B). DSLR B yang ditawarkan ini merupakan tipe yang lebih rendah dari DSLR A yang anda inginkan, namun di tawarkan dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga pasaran. Beberapa pembuktian akan disajikan kepada Anda untuk membuat anda percaya bahwa DSLR B lebih baik daripada DSLR A. Anda diijinkan untuk mengambil foto dari masing-masing tipe dan membandingkan kualitas hasilnya.

Sebagai contoh, anda akan diminta untuk memfoto orang yang sedang berjalan di luar toko. Dari hasil foto tersebut anda akan diperlihatkan bahwa hasil foto dari DSLR A terlihat blur dibandingkan dengan DSLR B yang mereka tawarkan. Pada dua toko kamera, saya mendapati teknik menjual yang sama dalam cara meyakinkan bahwa DSLR B lebih bagus. Satu toko juga menunjukkan bahwa kualitas foto (yang terlihat pada LCD) dari DSLR B lebih bagus. Untuk lebih meyakinkan Anda, harga yang ditawarkan juga lebih tinggi dari DSLR A, namun tidak terlalu jauh melebih budget Anda, dengan selisih lebih tinggi ± Rp.500K,- Anda mendapatkan kamera yang lebih baik (yaitu DSLR B) versi penjual. Sepertinya hukum "harga tidak pernah bohong" menjadi salah satu 'senjata' untuk meyakinkan Anda. Selain kualitas foto dan harga, faktor pabrikan akan menjadi 'alat' berikutnya untuk meyakinkan Anda bahwa DSLR B lebih bagus karena produksi luar negeri.

Senjata Makan Tuan

Sepintas dari 3 aspek bujuk rayu mereka jelaskan sempat membuat saya terlena (eciee..). Namun, ada beberapa poin yang kalau dicermati ternyata kita sebagai pembeli adalah TO (target operasi), atau dengan bahasa yang menyakitkan "kita adalah orang bodoh" yang siap diterkam atau siap diombang ambing oleh gelombang laut (hadeuh..pujangga nian). Walaupun amatir, namun terdapat beberapa keganjalan dalam tawar-menawar, yang pada dasarnya secara tidak sadar penjual telah menunjukkan bahwa mereka menjual barang jauh lebih mahal dari harga standar untuk tipe yang lebih rendah.

Hasil foto yang blur;
Pada beberapa kali jepretan, tipe kamera yang mereka tawarkan juga menampilkan objek yang blur. Namun, setelah melalui beberapa setingan oleh mereka, hasil foto kembali menampilkan kemampuanya mem'beku'kan objek yang bergerak (pejalan kaki). Ini sudah menjadi nilai minus bagi penjual, dengan logika sederhana, jika DSLR yang ditawarkan bisa menciptakan foto blur namun juga bisa membekukan objek yang bergerak, bukan berarti DSLR yang anda inginkan juga bisa melakukan hal yang sama.

Hal lain yang membedakan DSLR dengan Kamera Pocket (yang biasa saya gunakan) adalah kemampuannya dalam mengatur shutter speed. Secara sederhana Shutter Speed adalah  waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Pengaturan pada shutter speed inilah yang menentukan blur tidaknya objek yang bergerak.

Hasil (Warna) Foto pada LCD
Saya hanya menjumpai ini pada satu toko saja, yang saya yakini ini adalah DSLR bekas atau memang sudah tidak mampu berkerja sebagaimana mestinya. Karena pada toko lain, dengan tipe kamera yang sama hasil fotonya terlihat 'natural'.

Kualitas Produk Luar Negeri
Dengan alasan produk luar negeri lebih bagus memang sulit untuk disangkal (setidaknya bagi diri saya sendiri), namun karena garansi yang diberikan bukan dari service center resmi menimbulkan keraguan. Pertama, barang BM, atau bisa jadi rekondisi/bekas pakai. Kedua, jaminan garansi tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Harga
Harga awal dari tipe yang mereka tawarkan (DSLR B) lebih tinggi daripada harga DSLR A. Namun, jika Anda bertahan pada DSLR A yang Anda inginkan dari awal, perlahan harga DLSR B yang mereka tawarkan akan terus menurun hingga mereka menjual dengan harga DSLR A. Bagaimanapun juga, harga DSLR B yang mereka tawarkan itu harganya jauh lebih rendah dari DSLR A, dengan begitu mereka akan buntung besar jika anda memilih DSLR B.

Merk (Tipe) Dagang
Untuk merk dagang Canon, kamera DSLR dengan tipe yang sama dapat memiliki merk/tipe dagang yang berbeda, contoh untuk Canon EOS 600D memiliki spesifikasi yang sama dengan Canon Rebel T3i atau Canon Kiss X5. Tidak begitu jelas apakah terdapat perbedaan (kualitas atau bahan) yang signifikan antara merk/tipe dagang tersebut. Namun, perbedaan ini menunjukkan wilayah jual, merk dagang EOS 600D dipasarkan di Indonesia, sedangkan EOS Kiss X5 dipasarkan di Jepang, dan EOS Rebel T3i di pasarkan di Amerika. Ini tentu akan berpengaruh pada garansi, sepengetahuan saya Garansi resmi untuk Canon Indonesia dipegang oleh Datascript. Browsinglah untuk mengetahui spesifikasi tipe yang mereka tawarkan, meskipun didepan penjual. Sedangkan untuk merk Nikon, saya belum sempat eksplorasi di mbah Google.

Canon EOS Rebel T3i, EOS Kiss X5, dan EOS 600D; Beda Nama, Satu Spesifikasi.


Penting:
Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi pada beberapa toko kamera di M2M Jakarta, hanya beberapa toko saja dan bukan justifikasi pada semua toko. Jika Anda ragu belanja di toko mana, silakan browsing untuk menemukan toko-toko yang trustable.