Kerinci Regency in 3D

Peta wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam Tiga Dimensi, oleh Milantara - uhangkayo.webs.com.

Koto Petai - Danau Kerinci

Perahu-perahu Nelayan Koto Petai - uhangkayo.webs.com.

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci yang Menjulang diantara Awan Putih dan Langit Biru (foto: Jeremy Holden, FFI) - uhangkayo.webs.com.

Rumah Larik

Rumah Larik, Rumah Tradisional Masyarakat Lembah Kerinci - uhangkayo.webs.com.

Sungai Penuh

Senja di Batas Kota Sungai Penuh - uhangkayo.webs.com.

sideCategory1

Aug 17, 2012

Petualang di Alam Nalar: 01. Sekali Ilmuwan Tetap Ilmuwan

Seorang guru besar matematika di Fakultas Pertanian Bogor pada pertengahan tahun-tahun lima puluhan tersesat di Bandung dengan dua orang guru besar lain. Ketiganya bangsa Belanda dan tidak dapat berbahasa Indonesia, apalagi berbahasa Sunda. Untuk menanyakan arah yang benar kepada orang di tepi jalan dengan demikian bukanlah peker¬jaan yang mudah. Karena itu setelah terdiam sebentar sang guru besar matematika itu bertanya kepada kedua orang rekannya, apakah mereka tahu bagaimana bentuk denah kota Bandung. Kalau bentuknya memanjang, ada gunanya untuk mencoba-coba sendiri menemukan jalan yang benar, sebab kalau setelah menempuh satu arah tempat yang dituju tidak ditemukan juga, pasti arah yang benar adalah arah kebalikannya. Lain halnya kalau bentuk Bandung bundar seperti lingkaran. Kalau diketahui kemudian bahwa arah yang ditempuh salah, masih banyak lagi arah-arah yang lain yang harus dicoba. Dalam hal seperti ini katanya lebih baik berusaha bertanya kepada orang di tepi jalan, walaupun harus dengan menggunakan bahasa Tarzan, Sang Raja Semua Kera. Cerita itu pada tahun-tahun lima puluhan menimbulkan gelak dan tawa baik di kalangan guru besar lainnya, apalagi di kalangan mahasiswa, akan tetapi sebenarnya sang guru besar matematika telah berusaha berpegang pada prinsip pengambilan keputusan secara kuantitatif dengan menggunakan apa yang disebut sebagai fungsi kerugian. Kalau peluang menempuh arah yang salah sama dengan setengah, seperti pada kasus kota yang bentuknya memanjang, lebih baik mengambil risiko berbuat salah dengan menempuh arah yang salah daripada berusaha menerangkan dengan bahasa Tarzan apa yang ingin diketahui dari orang di tepi jalan tentang arah tujuan yang benar. Kebalikannya, kalau kota Bandung berbentuk melingkar, peluang menemukan arah yang benar dengan cara coba-coba sangat kecil sehingga kerugian karena kemubaziran membuang waktu menjadi besar. Pada keadaan seperti itu lebih menguntungkan mencoba bertanya-tanya dengan bahasa Tarzan kepada orang yang sedang duduk-duduk di tepi jalan. Yang dianggap aneh oleh orang awam itu dengan demikian sebenarnya hanyalah ketaatazasannya menerapkan prinsip ilmiah yang dianutnya terhadap permasalahan yang dihadapinya sehari-hari.

Dengan demikian di dalam kamus perilaku seorang ilmuwan sejati tidak akan ada tindakannya yang akan dilakukannya bertentangan dengan pengetahuan yang telah dihayatinya. Apabila ada misalnya seorang ilmuwan yang pernah mempelajari fisika, ia tidak akan mengebut dengan kendaraannya di jalan lintas-cepat Jagorawi dengan kecepatan 140 km/jam membuntuti sebuah bus dua meter di belakang ekornya. Pengetahuannya tentang kinematika akan mengatakan kepadanya bahwa pada kecepatan seperti itu ia tidak mungkin mempunyai waktu yang cukup untuk melambatkan laju kendaraannya apabila bus di depannya tiba-tiba menghadapi suatu hambatan.

Banyak orang yang mengemudi mobil yang bagus dan baru selalu mengekor di belakang kendaraan lain dengan kecepatan setinggi itu di jalan lintas-cepat Jagorawi. Banyak pula di antara mereka itu yang menguasai fisika dengan baik, tetapi tidak menerapkannya sewaktu mengemudi. Orang awam tidak menganggap mereka aneh bahkan menilai mereka itu sebagai pemberani. Akan tetapi dari segi perilaku mereka tidak dapat digolongkan sebagai seorang ilmuwan sejati walaupun misalnya mereka itu bergelar sarjana dalam bidang pengetahuan alam.

Seorang dosen Fakultas Kedokteran Hewan Bogor yang sedang melaksanakan tugas-belajarnya di luar negeri ternyata tertulari penyakit Kusta. Penyakit itu mungkin sekali diidapnya sebagai hasil infeksi sewaktu ia di Bogor sebelum berangkat ke luar negeri, mengadakan penelitian tentang penyakit kusta itu pada hewan. Setelah ketahuan mengidap tahap-tahap awal penyakit kusta, ia mendapatkan perawatan khusus dalam ruang terisolasi di rumah sakit perguruan tingginya. Pada waktu itu juga ia mengambil keputusan untuk memilih sebagai judul penelitiannya suatu perma¬salahan tentang penyakit kusta. Pada suatu ketika dalam rangka memenuhi persyaratan seminarnya ia menyajikan pembahasan tentang penyakit kusta. Setelah seminar selesai, yang hadir baru sadar bahwa apa yang diceritakannya sebagai hasil penelitiannya tentang pengaruh langsung dan pengaruh sampingan obat penyakit kusta sebagian besar telah dilakukannya dengan menggunakan tubuhnya sebagai kelinci percobaan.

Cerita itu mirip apa yang telah dilakukan oleh Profesor Francis Weld Peabody dari Sekolah Kedokteran Harvard. Pada bulan November tahun 1926 ia memberi kuliah tentang "Perawatan Orang Sakit". Kuliah ini dicetakulang berkali-kali karena jelasnya cara menerangkannya tentang perawat¬an penderita penyakit kanker yang tidak mungkin ditolong dengan operasi. Tidak ada orang yang sadar pada ketika itu bahwa apa yang diceritakannya berdasarkan pengalamannya sendiri. Teman semasa kecilnya William James bercerita ten¬tang bulan-bulan terakhir kehidupannya, bahwa Peabody telah menulis laporan rumah sakitnya yang terakhir satu hari sebelum ia meninggal dunia.

Cerita lain lagi yang serupa terjadi dengan Gertrude Mary Cox, ahli statistika dan perancangan percobaan yang juga menjadi pendiri Departemen Statistika di Universitas Negara Bagian Karolina Utara, Raleigh dan Universitas Karolina Utara, Chapel Hill. Pada usia lewat 80 tahun ia diserang penyakit kanker darah leukemia dan dirawat di Rumah Sakit Universitas Duke di Durham, Karolina Utara. Ia menawarkan dirinya menjadi sukarelawan menyoba semua obat baru yang diperkirakan dapat menyembuhkan penderita leukemia. Semua obat yang dicobanya dan apa yang dirasakannya setelah meminum obat itu dicatatnya dengan teliti. Ia pun selaku ahli perancangan percobaan menasehati para dokter tentang rancangan pengobatan yang harus dilakukan agar hasilnya dapat disimpulkan secara sahih. Setiap kali dokter datang memeriksanya pada pagi hari, yang pertama dimintanya ialah catatan pribadi Gertrude Cox, karena catatannya selaku ahli perancangan percobaan jelas lebih rapi dan cermat dibandingkan dengan catatan dokter itu sendiri. Setelah ia meninggal, keesokan harinya dokter datang lagi untuk mengambil buku catatan Gertrude yang maksudnya akan disimpan di dalam arsip penelitian. Ketika dokter itu membaca halaman terakhir buku catatan yang ditulis oleh Gertrude itu ia terkejut bercampur haru. Kalimat terakhir yang ditulis Gertrude ialah: "Dan sekarang sayalah yang menjadi petak percobaan!" Sampai akhir hayatnya Gertrude Cox adalah seorang ilmuwan sejati.

Baca juga:
Petualang di Alam Nalar: 00. Pendahuluan
Petualang di Alam Nalar: 01. Sekali Ilmuwan Tetap Ilmuwan
Petualang di Alam Nalar: 02. Imuwan Tidak Pernah Putus Asa
Petualang di Alam Nalar: 03. Ilmuwan adalah Penegak Kebenaran
Petualang di Alam Nalar: 04. Ilmuwan Harus Berani Menyatakan Pendapat Secara Jujur
Petualang di Alam Nalar: 05. Ilmuwan Juga Manusia yang Tidak Sempurna
Petualang di Alam Nalar: 06. Siapa Saja yang Berbakat Ilmuwan
Petualang di Alam Nalar: 07. Kesimpulan


oleh: Prof. Dr. Andi Hakim Nasoetion (Wikipedia | TokohIndonesia)Dikutip dari buku: Pengantar ke Ilmu-imu Pertanian

Petualang di Alam Nalar: Pendahuluan

Penemuan pengetahuan baru adalah kegiatan yang dinamakan penelitian. Pengetahuan baru itu kemudian akan ditambahkan ke kumpulan pengetahuan yang sudah ditemukan sebelumnya yang telah ditata sehingga tampak saling-hubungannya. Kumpulan pengetahuan yang telah mengalami penataan seperti ini disebut ilmu pe-ngetahuan atau sains. Akibatnya, orang yang melakukan kegiatan mendapatkan pengetahuan baru itu disebut juga ilmuwan.

Sering sekali seorang ilmuwan digambarkan sebagai manusia pelupa yang kelakuannya aneh. Misalnya ada cerita tentang guru besar zoologi yang membawa sebungkus roti di kantung jas kirinya dan bungkusan katak bahan praktikum di kantong kanannya. Sebelum memasuki laboratorium untuk memulai praktikum pada siang hari sang guru besar makan roti untuk makan siangnya. Betapa terkejutnya ia sewaktu akan memulai praktikum, ketika yang dikeluarkannya dari saku ternyata bukan katak melainkan roti. Rupanya yang dimakannya untuk makan siang adalah katak bahan praktikum. Pasti cerita itu hanya lelucon saja, tetapi yang benar kejadian di Bogor dengan dosen zoologi yang senang merokok sewaktu memberi kuliah ialah bahwa pada suatu ketika kapur yang masuk ke dalam mulut dan ujung rokok yang membara dituliskan ke papan tulis. Hal itu membuat semua mahasiswa tertawa dan sejak saat itu sang guru besar tidak pernah lagi menyulut rokok di dalam ruang kuliah.

Ilmuwan boleh jadi sering berperilaku pelupa, tetapi ketika ia sedang menghadapi pekerjaan yang memerlukan perhatian penuh, ia pasti tidak pernah pelupa. Kalau saja ia pelupa, umurnya tidak akan panjang karena tentu akan ada ledakan di laboratoriumnya yang membuat nyawanya melayang. Bahwa perilakunya aneh sebenarnya tidak aneh untuknya sendiri tetapi mungkin dapat dianggap aneh oleh orang yang tidak mengerti. Karena itu sebelum kita berbincang-bincang mengenai perkembangan ilmu ada baiknya kita mengikuti terlebih dahulu ceritacerita tentang ilmuwan yang sekaligus dapat memberikan gambaran kepada kita tentang perilaku mereka yang tidak lepas baik dari kegiatan mereka sehari-hari maupun dari sifat mereka sebagai manusia.

Baca juga:
Petualang di Alam Nalar: 01. Sekali Ilmuwan Tetap Ilmuwan
Petualang di Alam Nalar: 02. Imuwan Tidak Pernah Putus Asa
Petualang di Alam Nalar: 03. Ilmuwan adalah Penegak Kebenaran
Petualang di Alam Nalar: 04. Ilmuwan Harus Berani Menyatakan Pendapat Secara Jujur
Petualang di Alam Nalar: 05. Ilmuwan Juga Manusia yang Tidak Sempurna
Petualang di Alam Nalar: 06. Siapa Saja yang Berbakat Ilmuwan
Petualang di Alam Nalar: 07. Kesimpulan


oleh: Prof. Dr. Andi Hakim Nasoetion (Wikipedia | TokohIndonesia)
Dikutip dari buku: Pengantar ke Ilmu-imu Pertanian

Jun 2, 2012

Kisah Brigadir Royadin dan Sultan HB IX


TRIBUNNEWS.COM - Cerita ini bermula dari artikel blogger Kompasiana, Aryadi Noersaid, yang dipostingkan 25 Juni 2011. Judulnya "Sultan HB IX & Polisi Pekalongan, The Untold Story". Versi Aryadi, ceritanya bertutur keberanian Brigadir Royadin, seorang polisi di Pekalongan menilang Sri Sultan HB IX.

Rebuwes (SIM) disorongkan ke tangan Ngarso Dalem (sapaan hormat untuk raja-raja Yogya) yang tengah nyetir sendirian dan melanggar di jalan satu arah pada tahun 60an itu. Bukannya marah, Sri Sultan HB IX menerima rebuwes itu, dan melanjutkan perjalanan.

Hari berikutnya giliran Royadin didamprat komandannya. Tapi polisi teguh itu bersikukuh hanya menjalankan peraturan. Tak lama berselang, Sri Sultan HB IX berkirim surat, minta Royadin dipindahkan ke Yogya supaya dekat dengannya.

Royadin menolak, dan memilih tetap dekat bersama keluarganya di Batang. Cerita versi Aryadi itu segera mengundang simpati dan beragam komentar. Terlebih artikel itu kemudian menyebar luas melalui milis, tautan media sosial, dan muncul di berbagai laman.

Benarkah Royadin dan kisah itu ada? Tribun Jogja menelusuri jejak Royadin di Batang. Hasilnya, sosok itu memang benar-benar pernah ada. Kisah serupa juga ditemukan, tapi kali ini versi dua anak kandung almarhum Royadin.

Keluarga almarhum Royadin tinggal di Gang Sriti RT 06/RW 06 No 53, Legoksari, Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Rumah sederhana itu berada tak jauh dari ruas jalan utama Kabupaten Batang, Jalan Gajahmada.

Semua warga Legoksari ternyata mengenal nama Royadin, mantan polisi yang meninggal pada 14 Februari 2007 lalu dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu). Rumah itu berada di tengah kampung yang hanya bisa dijangkau jalan kaki atau sepeda motor itu.

Tribun bertemu anak ketiga Royadin bernama Supardiyo (57), dan anak kelima almarhum Murni Janasih (51). Total anak almarhum ada enam; Raminten, Budiati, Supardiyo, Bambang Sugeng, Murni Janasih, dan Sri Siti Handayani.

"Iya cerita Mas Didik (panggilan Aryadi) memang benar. Saya juga pernah diceritain, tapi saat itu bapak tugasnya di Semarang, bukan di Pekalongan. Sekitar tahun 1960an, pas ramai-ramainya PKI, " kata Diyo, panggilan Supardiyo, saat berbincang di ruang tamu rumah ayahnya, Selasa (10/4) siang.

Ayah lima anak itu mengenang cerita ayahnya sembari tersenyum kecil. Diyo mendengar kisah itu suatu saat ketika ayahnya pulang ke Batang. Ibu dan saudara-saudaranya tinggal di Legoksari, sedangkan ayahnya di asrama polisi di Jalan Admodirono, Semarang. Setiap akhir pekan ayahnya menengok keluarga di Batang.

Bersama saudara-saudaranya, Diyo mendengar ayahnya yang humoris bercerita baru menangkap penggede (orang besar) yaitu Sri Sultan HB IX di Semarang. Kisahnya dimulai saat di Semarang ada upacara dengan banyak pejabat negara yang datang ke Semarang.

Pertengahan 1960-an itu, Royadin bertugas di pos lantas yang seingatnya kalau tidak di pertigaan depan Stasiun Poncol Semarang, di Simpang Lima, ataupun daerah Jalan MT Haryono. Tiba-tiba Royadin melihat ada mobil melanggar jalan searah.

Ia langsung mencegat. Ternyata pengemudinya orang yang sama sekali tidak asing. Royadin tersentak, tapi ia tetap memilih menilang orang besar itu. Sultan HB IX menurut Royadin tidak marah dan memberikan surat-surat kelengkapan yang diminta sesuai peraturan.

Di mata Diyo dan saudara-saudaranya, Royadin ayah yang sederhana. Hidupnya lurus tidak pernah berbuat macam-macam. Bahkan, saat masih susah dan hanya bisa makan nasi jagung pun ayahnya tetap bertanggungjawab.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia rela menggadaikan apapun. Bahkan saat itu untuk memenuhi kebutuhan rumah, ayahnya sempat menggadaikan sarung dan tidak jarang pakaian dinasnya di pegadaian.

Kenangan akan ayahnya pun membekas di hati Murni Janasih (51). Baginya ayahnya sosok yang bersahaja. Tidak terlalu keras ataupun lembut. Ia tidak pernah melihat ayahnya berkeluh kesah dan bertindak macam-macam.

Data yang dihimpun Tribun, Royadin lahir di Batang, 1 Desember 1926. Ia bertugas sebagai polisi selama 21 tahun 1 bulan. Pernah bertugas di Boyolali, lalu pindah ke Semarang dan pulang kembali ke Batang sebagai Kapolsek Warungasem, Batang hingga pensiun.

Pada 14 Februari 2007, dalam usia ke 81 tahun Royadin berpulang di rumah yang dibangunnya dengan hasil keringatnya sendiri. Ia dimakamkan di pemakaman umum dekat rumahnya di Kepuh, Priyonanggan Tengah, Batang.

Tidak ada yang istimewa dengan makamnya. Hanya ada tulisan Royadin bin Slamet yang berdampingan makam istrinya yang meninggal dua tahun setelahnya. Anak-anaknya kini tersebar di Batang, Semarang, dan Purworejo. (www.tribunjogja.com)

Sumber: tribunnews.com

May 27, 2012

Menyembunyikan Facebook Timeline dan Mengembalikan Facebook Klasik


UHANGKAYO - Facebook Timeline merubah tampilan profil menjadi lebih hidup dan lebih bergaya, namun kehadiran Facebook Timeline tidak disambut baik oleh semua para Facebookers. Beberapa orang masih menyukai the old fashion Facebook, sementara Facebook sendiri 'memaksa' Facebookers untuk menggunakan versi Timeline.

Bagi Facebookers yang masih ingin bertahan dengan Facebook klasik, sebuah software (ekstensi browser) kecil yang bernama TimelineRemove dapat menyembunyikan Timeline dan mengembalikan pada versi Facebook klasik. Ekstensi ini tidak menampilkan Facebook klasik secara permanen, namun hanya menyembunyikan Timeline pada browser yang terinstal ekstensi ini. Jika anda membuka profil Facebook anda pada komputer lain, Timeline akan tetap muncul kecuali komputer tersebut terinstal ekstensi TimelineRemove ini.

Karena tidak permanen, dengan men-disable ekstensi TimelineRemove, profil Facebook anda akan kembali pada versi Facebook Timeline.

Instal ekstensi TimelineRemove yang sesuai dengan browser Anda:
  • Instal TimelineRemove untuk Mozilla Firefox disini.
  • Instal TimelineRemove untuk Google Chrome disini.
  • Instal TimelineRemove untuk Safari disini.
  • instal TimelineRemove untuk Internet Explorer disini.
Beberapa browser lawas tidak support TimelineRemove, upgrade browser anda pada link berikut:

May 13, 2012

Pendugaan Nilai Ekonomi Jasa Lingkungan Kawasan Hutan Konservasi di Wilayah Administrasi Lembah Kerinci


UHANGKAYO - Kompensasi jasa lingkungan yang diberikan oleh kawasan hutan telah menjadi perbincangan hangat di berbagai daerah. Hal ini sepertinya juga sedang hangat-hangatnya dibicarakan di Lembah Kerinci dengan 51% wilayahnya merupakan hutan konservasi yang berada dalam pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Keberadaan hutan konservasi ini seringkali dianggap sebagai penghambat pembangunan bagi dua administrasi di lembah Kerinci. Kalau melihat dari sejarah perkembangan kawasan binaan (kota), selalu dimulai dari suatu kawasan kosong yang mampu mendukung kehidupan jangka panjang bagi suatu masyarakat, dan hutan menjadi pilihan bagi nenek moyang suku Kerinci. Adanya hutan adat maupun hutan larangan merupakan suatu bentuk pengakuan dari para pendahulu pentingnya hutan bagi kehidupan masyarakatnya.

Besarnya tekanan dunia pada masyarakat sekitar hutan untuk menjaga hutan agar tetap lestari, bukanlah hal yang adil apabila masyarakat di belahan dunia lain dengan bebas mengeluarkan berbagai gas berbahaya bagi lingkungan melalui berbagai aktivitas industri mereka. Terlebih terdapat kesenjangan ekonomi yang besar antara masyarakat industri dengan masyarakat sekitar hutan.

Hal ini menjadi dasar lahirnya Protokol Kyoto tahun 1997, walaupun sebenarnya pada pertemuan-pertemuan tentang pemanasan global sebelumnya telah dibicarakan. Inti dari Protokol Kyoto merupakan usaha untuk menurunkan tingkat Gas Rumah Kaca sehingga berada pada level yang aman bagi kehidupan. Ada tiga mekanisme utama, yaitu: 1) Joy Implementation, 2) Clean Development Mecanism, 3) Emission Trading.

Emission trading menjadi pembicaraan yang hangat bagi negara-negara berkembang yang memiliki hutan alam yang luas untuk meminta imbal jasa dari hutan mereka. GRK sendiri bersifat global, sehingga jika suatu negara menemisikan GRK, negara lain juga dapat merasakan dampaknya. Negara-negara berkembang yang notabene belum ‘terkontaminasi’ oleh kegiatan industri memiliki hutan yang luas yang mampu 'melenyapkan’ keberadaan GRK di udara. Inilah menjadi dasar tuntutan masyarakat sekitar hutan (negara) untuk meminta imbal jasa dari keberadaan hutan mereka pada negara industri maju.

Namun, jasa lingkungan yang diberikan oleh kawasan hutan yang berada dibawah pengelolaan negara memiliki sistem birokrasi yang berbelit, sehingga seringkali tujuan yang diharapkan tidak tercapai. Hal ini sangat berbeda dengan kawasan hutan yang berada dibawah pengelolaan adat, beberapa hutan adat telah berhasil diperjuangkan untuk mendapatkan kompensasi bagi masyarakat sekitarnya, seperti masyarakat Nagari Paninggahan.

Berapa Sih Nilai Ekonomi Jasa Lingkungan Hutan Konservasi di Lembah Kerinci?

Sementara, menunggu keberhasilan perjuangan para elit yang berada diatas untuk mendapatkan kompensasi dari jasa lingkungan yang diberikan oleh semua hutan konservasi di Indonesia. Ada baiknya kita menghitung kecil-kecilan berapa harga hutan konservasi di Lembah Kerinci (administrasi kabupaten maupun kota).

Untuk menghitung manfaat secara ekonomi dari suatu sistem alam bukanlah hal yang mudah, atau hampir tidak mungkin karena banyak aspek yang saling memiliki keterkaitan yang erat, mulai dari jasad renik yang ada di dalam tanah, air, hingga lingkungan diudara. Hal ini tentu saja berbeda dengan menilai hasil atau produk barang industri, yang dapat dihitung mulai dari modal bahan baku, upah pekerja, lamanya proses pembuatan, kemudian menjadi suatu produk akhir. Saking kompleksnya suatu sistem alam, penilaian manfaat ekonomi sistem alam seringkali dilakukan melalui pendekatan substitusi pada satu faktor (seperti pendekatan substitusi dengan biaya kesehatan pernafasan), serta mengabaikan faktor lainnya.

Saya mencoba menggunakan pendekatan spasial, melalui perangkat lunak CITYgreen (trial version) yang dikembangkan oleh American Forest. Di Indonesia, perangkat lunak (registered) ini telah digunakan oleh beberapa mahasiswa (tingkat sarjana maupun pascasarjana) untuk menyelesaikan tugas akhir mereka.

Nilai ekonomi yang didapat dari analisis CITYgreen pada suatu ruang hijau diharapkan dapat menjadi salah satu faktor penentu dalam perencanaan wilayah, bahwa ruang hijau memiliki nilai yang tidak kalah penting dibandingkan peruntukkan lahan untuk sektor pertanian, perdagangan, maupun bisnis. Lahan yang dipenuhi oleh pepohonan (hutan kota maupun hutan alam) bahkan menjadi faktor yang paling penting bagi suatu wilayah karena menjadi penentu bagi keberlanjutan wilayah tersebut.

Peta yang saya gunakan berasal dari Peta Administratif Wilayah Kabupaten Kerinci yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Peta ini berbentuk file dengan ekstensi jpg dan berukuran A0. Agar dapat digunakan dalam analisis, terlebih dahulu saya melakukan georeference. Luas digitasi Lembah Kerinci yang saya dapatkan dari peta hasil georeference ini hanya 3.742 km2, sedangkan luas hutan konservasi di wilayah administrasi Lembah Kerinci sebesar 2.289 km2. Nilai ini berbeda dengan luas resmi yang dikeluarkan oleh Kabupaten Kerinci (tahun 2006) sebesar 4.200 km2, dengan 51% atau 2.150 km2 merupakan lahan konservasi. Hanya ada dua kemungkinan untuk penjelasan diatas, 1) hasil georeference saya yang salah, atau 2) Lembah Kerinci perlu melakukan survey ulang terhadap wilayah administrasi mereka.

Namun, sekedar untuk melihat gambaran nilai ekonomi kawasan hutan konservasi, saya lakukan resize luas polygon administrasi Lembah Kerinci maupun hutan konservasi agar sesuai dengan informasi resmi. Analsisis dengan CG inipun hanya pada aspek Carbon Storage and Sequestration (Simpanan dan Rosot Karbon) serta Air Pollution Removal (Kualitas Udara), dan walaupun analisis CG melalui pendekatan spasial, namun resize polygon dari wilayah analisis untuk dua analisis ini tidak memberikan perbedaan hasil analisis yang signifikan.


Hasil analisis dari CG menunjukkan bahwa simpanan karbon melebihi 28,6 juta ton, dengan rosot mencapai 81.300 ton/tahun. Nilai ini bisa dikonversi kedalam Rupiah apabila telah ditetapkan harga karbon untuk hutan Indonesia. Sedangkan potensi hutan konservasi ini  membersihkan udara dari O3 mencapai 16,7 juta pon per tahun, atau setara dengan 51,3 juta dollar. Berikut adalah rekapitulasi hasil analisis dengan CG.


Tabel diatas merupakan nilai ekonomi yang mampu diberikan oleh hutan konservasi hanya dari simpanan karbon dan kemampuan hutan untuk membersihkan udara dari berbagai kontaminan. Nilai ekonomi yang diberikan dari simpanan karbon masih menunggu keputusan harga perdagangan karbon internasional untuk hutan Indonesia. Satu bentuk perdagangan karbon yang sukses adalah pada masyarakat Nagari Paninggahan yang memiliki 28 ha lahan kritis, dengan harga imbal jasa sebesar 280 juta untuk 10 tahun. Sebagai catatan, kerjasama ini terjadi pada lahan dibawah pengelolaan hutan adat, bukan dibawah pengelolaan pemerintah. Jika berkaca pada kesuksesan diatas dengan mengesampingkan tonase simpanan karbon, maka 2.150 km2 atau 215.000 ha luas hutan konservasi di administrasi Lembah Kerinci berharga 215 M per tahun. Nilai ini belum lagi dijumlahkan dengan Air Pollution Removal yang mencapai 1 T. Wow… jumlah yang menggiurkan, sangat menggiiiuuuurkan ...

Perhitungan nilai ekonomi dengan CG hanya pada Carbon Storage dan Air Pollution Removal saja, belum pada aspek pencegahan longsor, penghematan listrik, produksi O2, dan sebagainya. Berapa angka (nilai ekonomi) yang akan keluar jika dilakukan analisis secara teliti dan mencakup aspek jasa lingkungan lainnya? Bisa jadi nilainya lebih besar, atau bisa juga lebih kecil?

Nilai ekonomi dari jasa lingkungan ini juga dapat dibandingkan dengan nilai ekonomi yang akan diperoleh apabila lahan konservasi tersebut dikonversi menjadi lahan pertanian, perkebunan, atau sebagai kawasan perdagangan. Nilai ekonomi manakah yang lebih besar? Ini bisa menjadi sebuah ide untuk tugas akhir mahasiswa.

Apa anda berminat untuk mencari tahu?

Sambil menunggu keberhasilan perjuangan para elit diatas, sekarang yang penting adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mengembangkan kreativitas dalam mengelola administrasi Lembah Kerinci (termasuk kawasan konservasi) yang bergelar "Piece of Heaven Land".

May 7, 2012

the Wisdom of Einstein


"Any intelligent fool can make things bigger, more complex, and more violent. It takes a touch of genius -- and a lot of courage -- to move in the opposite direction."

"Imagination is more important than knowledge."

"Gravitation is not responsible for people falling in love."

"I want to know God's thoughts; the rest are details."

"The hardest thing in the world to understand is the income tax."

"Reality is merely an illusion, albeit a very persistent one."

"The only real valuable thing is intuition."

"A person starts to live when he can live outside himself."

"I am convinced that He (God) does not play dice."

"God is subtle but he is not malicious."

"Weakness of attitude becomes weakness of character."

"I never think of the future. It comes soon enough."

"The eternal mystery of the world is its comprehensibility."

"Sometimes one pays most for the things one gets for nothing."

"Science without religion is lame. Religion without science is blind."

"Anyone who has never made a mistake has never tried anything new."

"Great spirits have often encountered violent opposition from weak minds."

"Everything should be made as simple as possible, but not simpler."

"Common sense is the collection of prejudices acquired by age eighteen."

"Science is a wonderful thing if one does not have to earn one's living at it."

"The secret to creativity is knowing how to hide your sources."

"The only thing that interferes with my learning is my education."

"God does not care about our mathematical difficulties. He integrates empirically."

"The whole of science is nothing more than a refinement of everyday thinking."

"Technological progress is like an axe in the hands of a pathological criminal."

"Peace cannot be kept by force. It can only be achieved by understanding."

"The most incomprehensible thing about the world is that it is comprehensible."

"We can't solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them."

"Education is what remains after one has forgotten everything he learned in school."

"The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing."

"Do not worry about your difficulties in Mathematics. I can assure you mine are still greater."

"Equations are more important to me, because politics is for the present, but an equation is something for eternity."

"If A is a success in life, then A equals x plus y plus z. Work is x; y is play; and z is keeping your mouth shut."

"Two things are infinite: the universe and human stupidity; and I'm not sure about the the universe."

"As far as the laws of mathematics refer to reality, they are not certain, as far as they are certain, they do not refer to reality."

"Whoever undertakes to set himself up as a judge of Truth and Knowledge is shipwrecked by the laughter of the gods."

"I know not with what weapons World War III will be fought, but World War IV will be fought with sticks and stones."

"In order to form an immaculate member of a flock of sheep one must, above all, be a sheep."

"The fear of death is the most unjustified of all fears, for there's no risk of accident for someone who's dead."

"Too many of us look upon Americans as dollar chasers. This is a cruel libel, even if it is reiterated thoughtlessly by the Americans themselves."

"Heroism on command, senseless violence, and all the loathsome nonsense that goes by the name of patriotism -- how passionately I hate them!"

"No, this trick won't work...How on earth are you ever going to explain in terms of chemistry and physics so important a biological phenomenon as first love?"

"My religion consists of a humble admiration of the illimitable superior spirit who reveals himself in the slight details we are able to perceive with our frail and feeble mind."

"Yes, we have to divide up our time like that, between our politics and our equations. But to me our equations are far more important, for politics are only a matter of present concern. A mathematical equation stands forever."

"The release of atom power has changed everything except our way of thinking...the solution to this problem lies in the heart of mankind. If only I had known, I should have become a watchmaker."

"Great spirits have always found violent opposition from mediocrities. The latter cannot understand it when a man does not thoughtlessly submit to hereditary prejudices but honestly and courageously uses his intelligence."

"The most beautiful thing we can experience is the mysterious. It is the source of all true art and all science. He to whom this emotion is a stranger, who can no longer pause to wonder and stand rapt in awe, is as good as dead: his eyes are closed."

"A man's ethical behavior should be based effectually on sympathy, education, and social ties; no religious basis is necessary. Man would indeeded be in a poor way if he had to be restrained by fear of punishment and hope of reward after death."

"The further the spiritual evolution of mankind advances, the more certain it seems to me that the path to genuine religiosity does not lie through the fear of life, and the fear of death, and blind faith, but through striving after rational knowledge."

"Now he has departed from this strange world a little ahead of me. That means nothing. People like us, who believe in physics, know that the distinction between past, present, and future is only a stubbornly persistent illusion."

"You see, wire telegraph is a kind of a very, very long cat. You pull his tail in New York and his head is meowing in Los Angeles. Do you understand this? And radio operates exactly the same way: you send signals here, they receive them there. The only difference is that there is no cat."

"One had to cram all this stuff into one's mind for the examinations, whether one liked it or not. This coercion had such a deterring effect on me that, after I had passed the final examination, I found the consideration of any scientific problems distasteful to me for an entire year."

"...one of the strongest motives that lead men to art and science is escape from everyday life with its painful crudity and hopeless dreariness, from the fetters of one's own ever-shifting desires. A finely tempered nature longs to escape from the personal life into the world of objective perception and thought."

"He who joyfully marches to music rank and file, has already earned my contempt. He has been given a large brain by mistake, since for him the spinal cord would surely suffice. This disgrace to civilization should be done away with at once. Heroism at command, how violently I hate all this, how despicable and ignoble war is; I would rather be torn to shreds than be a part of so base an action. It is my conviction that killing under the cloak of war is nothing but an act of murder."

"A human being is a part of a whole, called by us _universe_, a part limited in time and space. He experiences himself, his thoughts and feelings as something separated from the rest... a kind of optical delusion of his consciousness. This delusion is a kind of prison for us, restricting us to our personal desires and to affection for a few persons nearest to us. Our task must be to free ourselves from this prison by widening our circle of compassion to embrace all living creatures and the whole of nature in its beauty."

"Not everything that counts can be counted, and not everything that can be counted counts." (Sign hanging in Einstein's office at Princeton)

    Copyright: Kevin Harris 1995
    Source: stanford.edu

    Apr 30, 2012

    Cindaku, Sang Penjaga Sistem Penyangga Kehidupan


    UHANGKAYO - Menulis tentang Cindaku, mengingatkan saya pada kejadian beberapa tahun lalu saat praktek lapang di salah satu HTI di Jambi. Selama kurang lebih 2 bulan, dan setiap harinya kami di haruskan berada di hutan yang jauh dari ‘peradaban’. Sore itu, dalam perjalanan pulang, kami menaiki mobil berbak terbuka. Saya selalu menikmati pemandangan dalam perjalanan terutama pada daerah baru, sehingga tidak begitu berbaur dengan obrolan teman-teman dan karyawan. Untuk sesaat saya mencoba melihat kesebelah kanan, diantara keremangan sore, dengan jelas saya dapat melihat seekor harimau berdiri di pinggir jalan dan melihat kearah kami. Mungkin berjarak tidak lebih 10 meter dari mobil yang kami tumpangi, namun karena mobil terus melaju sehingga jarak yang terbentuk pun semakin jauh. Mobil berbak terbuka yang kami naiki ini terasa ‘rapuh’ apabila harimau itu hendak mengejar kami, dan ini cukup membuat saya merinding.

    Sesampai di basecamp, cerita yang saya dengar dari beberapa pegawai yang telah lama di hutan ini menyampaikan bahwa hanya beberapa orang yang 'diperlihatkan' sosok harimau di wilayah ini. Yang lebih menambah rasa 'penasaran' adalah adanya nilai-nilai 'magis' yang disematkan pada harimau serta orang yang 'diperlihatkan' itu.

    Saya mencoba melihat ke daerah asal saya, tempat saya dilahirkan – Kerinci. Saat masih anak-anak, kisah tentang manusia harimau menjadi 'dongeng sebelum tidur'. Diceritakan bahwa nenek moyang Kerinci memiliki ikatan yang kuat dengan Harimau, bahkan sebagian para leluhur adalah manusia yang mampu berubah wujud menjadi harimau. Masyarakat di daerah saya juga menganggap tabu untuk mengucapkan kata "Harimau", sehinga diganti dengan sebutan "Ninek" atau Nenek dalam Bahasa Indonesia. Ini merupakan aturan yang tidak tertulis atau etika kesopanan yang ditujukan kepada Harimau, sebuah penghormatan, sebuah pengakuan secara tidak langsung adanya hubungan yang erat antara leluhur dengan Harimau.

    Bagaimanapun, tulisan ini bukanlah untuk menjustifikasi kebenaran atau kebohongan cerita yang berkembang di masyarakat Kerinci tentang Manusia Harimau. Selain karena diluar sana ada banyak cerita yang memiliki alur yang berbeda, tulisan ini juga tidak dilakukan melalui alur penelitian secara ilmiah. Namun tulisan ini lebih kepada pemikiran ‘nyeleneh’, penalaran secara bebas dari himpunan perjalanan hidup saya, dan mencoba melihat melihat nilai-nilai positif yang terkandung dari kisah Cindaku yang masih hidup hingga saat ini, sebagai sebuah perwujudan dari local wisdom atau kearifan lokal. Sumber tulisan ini berasal dari sisa-sisa ingatan dongeng masa kecil, serta tulisan di beberapa bloger Kerinci untuk memperkuat ingatan dongeng masa kecil.

    Apa itu Kearifan Lokal?

    Dikutip dari tulisan Nurma Ali Ridwan, secara substansial, kearifan lokal adalah nilai-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat.[1] Nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam Bertingkah-laku sehari-hari masyarakat setempat. Kearifan lokal yang di dalamnya berisi unsur kecerdasan kreativitas dan pengetahuan lokal dari para elit dan masyarakatnya adalah yang menentukan dalam pembangunan peradaban masyarakatnya. Oleh karena itu, sangat beralasan jika Greertz mengatakan bahwa kearifan lokal merupakan entitas yang sangat menentukan harkat dan martabat manusia dalam komunitasnya. Hal itu berarti kearifan lokal yang di dalamnya berisi unsur kecerdasan kreativitas dan pengetahuan lokal dari para elit dan masyarakatnya adalah yang menentukan dalam pembangunan peradaban masyarakatnya.

    Karena terbentuk dari sebuah evolusi yang berlangsung cukup lama dari ke generasi ke generasi, kearifan lokal dapat terwujud sebagai tradisi bahkan bisa mencapai tahap kepercayaan (agama) bagi suatu masyarakat. Namun, nilai-nilai yang terkandung adalah sebagai sebuah proteksi, perlindungan bagi kaum tersebut dari ancaman kepunahan yang berasal dari luar maupun dari dalam. Dalam masyarakat kita, kearifan-kearifan lokal dapat ditemui dalam nyayian, pepatah, sasanti, petuah, semboyan, dan kitab-kitab kuno yang melekat dalam perilaku sehari-hari. Kearifan lokal biasanya tercermin dalam kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat yang telah berlangsung lama. Kemunculan kearifan lokal dalam masyarakat merupakan hasil dari proses trial and error dari berbagai macam pengetahuan empiris maupun non-empiris atau yang estetik maupun intuitif.

    Besarnya arus modernisasi seringkali menjadi penyebab lunturnya nilai-nilai yang dibawa oleh kearifan lokal ini. Dalam kehidupan sehari-hari contoh sederhana lunturnya nilai kearifan lokal adalah pada bangunan. Arsitektur lokal, seringkali dipuji oleh arsitek masa kini karena ramah lingkungan dan energi. Pada tahap hunian, arsitektur lokal menerapkan ventilasi dan penerangan alami yang memakai energi tambahan. Namun dewasa ini, pembangunan untuk hunian bahkan di desa-desa telah mengikuti trend kekinian, yang berdampak pada pemanfaatan energi secara besar untuk penerangan maupun penghawaan.[2]

    Hutan Sumber Kehidupan

    Sebagaimana diketahui Kerinci (dulunya) masih merupakan kawasan hutan belantara, hingga kedatangan sebuah koloni yang disebut sebagai "Kecik Wok Gedang Wok" yang diduga telah mendiami alam Kerinci sejak 10.000 tahun silam. "Kecik Wok Gedang Wok" inilah yang nantinya menjadi cikal bakal nenek moyang masyarkat Kerinci.[3] Pada awal bermukim dan sebelum terjadinya perkampungan, desa kemudian kota, hutan telah menjadi awal dari lingkungan kehidupan masyarakat. Hutan menjadi tempat hidup, dan menyediakan segala bentuk kebutuhan bagi kehidupan sehari-hari mereka. Hutan menjadi sumber makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan, sumber air bersih, bahkan sumber bahan baku untuk shelter sehinga mereka bisa berteduh dari hujan dan terik matahari, serta menghindari serangan binatang buas.

    Sebuah evolusi membawa pada sebuah kesadaran akan pentingnya sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak. Hutan merupakan salah satu aset, yang menguasai kehidupan mereka. Dan sebuah aset ini tentunya memerlukan suatu bentuk perlindungan agar kelestariannya tetap terjaga, sehingga dapat memenuhi keberlanjutan kehidupan pada wilayah tersebut.

    Pengukuhan menjadi "Hutan Adat" maupun "Hutan Larangan" sepertinya merupakan suatu bentuk pengakuan hukum (adat) pada suatu kawasan hutan, untuk dapat menjaga sumber kehidupan dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. Tidak sedikit, dikisahkan hutan larangan memiliki penjaga berupa makhluk gaib, sehingga apabila dilanggar akab berdampak buruk bagi pelanggar bahkan bagi desa. Kisah-kisah ini, lebih untuk memperkuat efek kepatuhan bagi masyarakatnya agar hutan tersebut tetap terjaga.

    Apabila dilihat di beberapa daerah lainnya di Nusantara, ternyata kawasan hutan adat maupun larangan memiliki harta yang ternilai berupa sumber mata air bersih yang menghidupi desa tersebut. Seperti pada hutan adat Kalempang di Sulawesi Selatan, hutan adat Danowudu di Manado yang memiliki dua sumber mata air yang telah menghidupi masyarakat Danowudu dan Kota Bitung dari dahulu kala.[4] Hal serupa juga ditemukan di Ranah Minang, Hutan Larangan menjadi sumber bagi air bersih, bahkan tegakan hutan tersebut telah diyakini dari jaman dahulu sebagai penahan longsor.[5]

    Kesadaran akan penting dan besarnya manfaat yang diberikan oleh hutan juga dipercaya oleh Lukman seorang Kuncen (Juru Kunci) hutan larangan di Kampung Dukuh, Garut. Ia yang hanya mengenyam pendidikan hingga SD mengakui bahwa "Hutan menjadi jantung kehidupan warga. Berawal dari hutan yang utuh, air keluar dari tanah menjadi sumber kehidupan masyarakat. Siapa yang tak butuh air untuk hidup?”.[6]

    Legenda Cindaku Sang Penjaga Hutan

    Kerinci kota SAKTI. Secara harfiah kata SAKTI merupakan singkatan untuk menunjukkan Kerinci sebagai kota yang Sejuk Aman Kenangan Tertib dan Indah. Namun, bagi beberapa kalangan pemilihan kata sakti bagi slogan Kerinci, bersumber pada sejarah tanah Kerinci yang merupakan tempat berkumpulnya para pendekar sakti. Jika di beberapa televisi nasional yang menayangkan film kungfu dengan pendekar yang memiliki ilmu meringankan tubuh, maka di Kerinci pun terdapat cerita yang serupa dimana ada pendekar yang dapat solat di daun pisang yang masih berada di pohonnya. Dikisahkan juga terdapat pendekar yang mampu menghilang dalam sekejap mata dan membawa cinderamata dari belahan bumi lain. Kisah lain yang tidak kalah menarik dan masih hidup hingga saat ini adalah tentang Manusia Harimau atau Cindaku.

    Menurut kisah, Cindaku merupakan sosok manusia yang dapat berubah menjadi harimau. Ilmu ini konon di dapatkan dari sebuah pertapaan panjang. Cindaku akan berubah menjadi Harimau saat dada nya menyentuh tanah Kerinci. Sampai saat ini masih ada beberapa pihak yang meyakini bahwa keturunan Cindaku hidup normal dan berbaur diantara masyarakat, namun tidak semua keturunannya dapat mewarisi ilmu ini. hanya orang-orang yang terpilih lah yang dapat menjadi Cindaku. Diceritakan juga bahwa Cindaku telah menjelajah wilayah nusantara dan tidak ada satupun pendekar yang mampu menandingi Cindaku ini. Akhirnya Cindaku bertemu dengan seorang Wali dari tanah jawa dan bersyahadat di depan beliau, Cindaku akhirnya ditugaskan untuk menjaga hutan.

    Pada kisah lain diceritakan juga bahwa terdapat sebuah perjanjian antara masyarakat Kerinci dengan Harimau (Cindaku) yang berisi tentang pembagian wilayah bagi masing-masing pihak, serta beberapa perjanjian yang mengatur hubungan interaksi antara manusia dengan harimau maupun bentuk interaksi pada wilayah masing-masing.

    Jika dilihat kisah Cindaku yang beredar, walaupun memiliki alur atau versi yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, untuk melindungi kawasan hutan, sehingga generasi berikutnya juga dapat menikmati manfaat yang tak ternilai dari kawasan hutan. Hal ini dapat dilihat dari perjanjian yang terbentuk antara harimau dengan manusia berupa pembagian wilayah, antara wilayah hunian harimau dan wilayah manusia. Hutan rimba adalah wilayah hunian harimau, sedangkan kampung dan kota adalah wilayah manusia, masing-masing pihak tidak tidak boleh berkuasa atau menunjukkan kebuasannya di wilayah lain. Hal ini juga terlihat dari versi lain kisah Cindaku, yang mana Cindaku bertemu dengan seorang wali dari Jawa dan memutuskan masuk Islam. Oleh sang wali, Cindaku ditugaskan menjadi penjaga hutan.

    Pada proses terbentuknya sebuah permukiman, dari desa hingga menjadi kota. Selalu diwali dari daerah yang tidak berpenghuni, akan tetapi mampu menopang kehidupan mereka, baik hutan, sungai, dan lain sebagainya. Dan seiring waktu, penghuni wilayah tersebut membentuk peraturan yang dapat menjaga kelestarian dari penopang kehidupan itu. Kearifan lokal yang didengungkan dewasa ini merupakan wujud dari trial and error yang telah berlangsung dari generasi ke generasi, untuk mencari suatu formula yang bersahabat dengan alam sehingga kelestrian sistem penjaga tersebut dapat terjaga. Tidak jarang kearifan lokal ini disisipi dengan cerita mistis, yang kemudian oleh generasi saat ini cerita-cerita tersebut dianggap sebagai sebuah mitos, atau bualan semata. Namun inilah teknologi yang berkembang di masa itu, teknologi yang bertujuan untuk mempertahankan sistem penyangga kehidupan bagi masyarakat sekitar.

    Pranala Luar:
    1. Ridwan NA. 2007. Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Ibda’ 5 (1): 27-38. Download pdf disini.
    2. Satwiko P. 2005. Arsitektur Sadar Energi: Pemanfaatan Komputer dan Internet untuk Merancang Bangunan Ramah Lingkungan. Yogyakarta: Andi.
    3. Suku Bangsa Asli Kerinci. uhangkayo.webs.com
    4. Pemangku Adat Danowudu Hijaukan Hutan Adat. Lihat disini.
    5. Kearifan Lokal di Ranah Minang. Lihat disini.
    6. Lukman, Hutan dan Penjaga Kehidupan. Lihat disini.
    Sumber Gambar:
    Manusia Harimau disini
    Mata Air di Lantai Hutan Adat Kalempang disini

    Apr 14, 2012

    Tutorial 1: Pengantar CITYgreen untuk ArcView



    UHANGKAYO - CITYgreen (CG) merupakan sebuah aplikasi yang dapat menilai manfaat ekonomi sistem alami. Tool ini merupakan sebuah ekstensi dari ArcMap dan ArcView. Untuk dapat melakukan analisis dengan CG, haruslah terbentuk tiga theme pada ArcView. Tiga theme tersebut adalah 1) study site, 2) layer canopy, 3) layer noncanopy.

    Study site hanya berisi informasi hasil digitasi tentang batas cakupan analisis, sedangkan layer canopy hanya memuat informasi tentang pohon-pohon yang berada di dalam study site. Layer noncanopy memuat informasi semua elemen dalam area studi selain pohon, seperti bangunan dan elemen perkerasan lainya, padang rumput, semak-belukar, lahan kosong, badan air, AC, dan berbagai tipe penutupan lahan lainnya.

    Untuk menjalankan perangkat ini dibutuhkan citra satelit atau foto udara sebagai acuan/dasar dalam melakukan digitasi tiga layer diatas. Citra satelit bisa didapat dari hasil capture citra yang terdapat di Google Earth, namun sebelum dapat digunakan citra ini haruslah di registrasi terebih dahulu. Registrasi merupakan sesuatu yang sangat penting dan menuntut ketelitian yang tinggi, karena ketelitian analisis CG ini bergantung pada citra satelit yang ada. Jika registrasi peta salah atau tidak teliti, besar kemungkinan hasil analisis juga memberikan nilai dengan bias yang besar.

    Membuat Theme Study Site, Canopy, dan NonCanopy

    Pada dasarnya masing-masing theme ini dibuat dengan cara yang sama yaitu digitasi, namun perlakuan yang kita berikan kepada tiga theme haruslah berbeda. Bagi orang-orang yang pernah berkenalan dengan ArcView tentu tidak sulit untuk membuat theme maupun digitasi on screen pada ArcView. Berikut sekilas tutorial digitasi di ArcView yang sempat ditanyakan oleh rekan-rekan.

    1. Buka citra satelit lokasi penelitian di ArcView.
    Citra Satelit QuickBird dari Google Earth
    2. Buat theme baru dari menu View >> New Theme >> Polygon pada Feature Type, klik OK dan simpan dengan nama Study Site. Kemudian digitasi wilayah penelitian (study site) sesuai dengan batas wilayah yang telah di tetapkan. Lakukan hal yang sama untuk Theme Canopy, dan Theme NonCanopy.
    Theme Study Site CITYgreen.
    Theme NonCanopy CITYgreen.
    Theme Canopy CITYgreen.
    3. Setelah digitasi batas wilayah selesai. Buka Theme Table, pada menu Edit, pilih Add Field untuk mendefinisikan lokasi penelitian. Isi sesuai dengan lokasi penelitian.

    4. Sedangkan perlakuan untuk theme Canopy dan NonCanopy sedikit berbeda. Kedua theme ini perlu perlakuan dari menu CG, agar analisis dapat dijalankan.


    5. Pada menu CITYgreen, pilih Add/Update Data sehingga muncul jendela baru. Pilih/isi sesuai dengan kondisi tapak yang sesuai (i.e Canopy atau NonCanopy). Jika telah selesai dan berhasil, maka polygon pada theme Canopy akan berubah warna menjadi hijau, dan merah pada theme NonCanopy seperti gambar diatas.

    6. Pilih Stop Editing pada menu Table. Klik Yes untuk menyimpan hasil digitasi Study Site.

    7. Selesai.

    Apr 13, 2012

    Gaji Sampingan dari Adf.ly dan FilesIn



    UHANGKAYO - Dunia maya bukan hanya tempat untuk mencari informasi maupun untuk bersenang-senang, dunia maya juga bisa untuk menambah penghasilan tambahan. Sebuah artikel di CNN pernah menulis bahwa sebenarnya kita pengguna internet merupakan 'konsumen' sekaligus 'produk', sebagai 'konsumen' maupun 'produk', yang diuntungkan adalah perusahaan tersebut.

    Contoh sederhananya adalah saat kita mencari informasi di Google, kita telah menempatkan diri kita sebagai 'konsumen' dan ini berarti kita telah memberikan keuntungan bagi Google secara tidak langsung. Sedangkan sebagai 'produk' adalah saat anda membuat akun-akun di berbagai situs, seperti b*ogger.com. Dengan menulis artikel disana, kita (menjadi dan/atau menyediakan) 'produk' bagi bl*gger.com untuk dibaca oleh berbagai kalangan di belahan bumi lain.

    Jadi, kenapa kita tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi kita yang suka berinternet. Dengan bergabung pada beberapa situs, kita juga bisa mendapatkan duit dari jasa yang kita berikan. Berikut adalah dua situs yang saya ikuti.

    1. Adf.ly

    Adf.ly merupakan tool untuk mempersingkat laman suatu URL, namun Adf.ly juga memberikan duit setiap kali ada yang mengunjungi laman tersebut. Situs ini bukanlah penipuan atau scam, karena telah banyak para senior yang telah mendapatkan uang tambahan dari Adf.ly.

    Cara kerjanya kurang lebih sebagai berikut:

    1. Terlebih dahulu kita harus memiliki akun di Adf.ly, sehingga tercatat setiap kali ada pengunjung yang mengklik laman yang telah diperpendek dari Adf.ly. Buat akun Adf.ly anda disini atau klik banner dibawah ini.


    2. Kita memiliki laman URL yang bisa kita sebarkan lewat blog, forum, comment area, dan sebagaianya. Contohnya adalah laman ini sendiri "http://catatanuhangkayo.blogspot.com/2012/04/biarkan-dollar-mendatangi-anda-dari.html".

    3. Login ke akun anda, kemudian copas halaman tertentu untuk dipersingkat/Shrink!, seperti gambar di bawah.

    4. Dari Adf.ly anda akan mendapatkan URL baru hasil Shrink! yang bisa anda sebarkan.

    5. Jika URL Shrink! tersebut dikunjungi, akan menampilkan iklan dalam bentuk tertentu tanpa menghilangkan atau menyembunyikan tampilan/halaman utama yang sebenarnya dari URL tersebut

    6. Setiap 1000 pengunjung ke link kita, maka kita akan mendapatkan $4. Walaupun pengunjung dari suatu negara memiliki nilai yang beda-beda.

    7. Publisher (istilah bagi pemilik akun yang menyebarkan link) menerima bayaran tiap tanggal 7 ke paypal atau alertpay jika akun anda sudah memiliki saldo minimal 5$.

    8. Adf.ly juga memberikan reward sebesar 20% bagi member yang berhasil membujuk calon publisher untuk jadi anggotanya. Seperti yang saya coba lakukan sekarang dengan menulis, dan berharap anda tergugah dan bergabung jadi member juga...hehe. Setelah jadi member anda bisa membujuk teman anda yang lain, sehingga anda juga dapat komisi dari calon publisher yang anda bujuk. So, klo anda berminat klik disini buat daftar Adf.ly.

    Contoh: http://adf.ly/7YIIA
    Link diatas merupakan link untuk laman ini, jika anda mengklik anda akan dibawa ke laman baru yang berisi iklan dari Adf.ly. Pada pojok kanan atas anda tinggal klik "SKIP AD", sehingga anda akan dibawa kembali ke laman ini.

    Untuk mendaftar Adf.ly klik disini.


    2. FilesIn

    FilesIn merupakan jasa penyedia 'hard-disk' online, jadi setiap data yang kita punya dapat di upload ke FilesIn. Setiap kali ada yang mendowload file kita tersebut maka kita akan mendapatkan duit. Sebelumnya ane menggunakan jasa ziddu, namun saat ini sepertinya ziddu telah merubah kebijakkannya hanya untuk penyimpanan file saja.

    Siapa tau file anda juga berguna bagi yang lain, baik itu file pdf, doc, mp3, rar, exe, dan lain sebagainya. File anda didownload, mereka senang, anda juga dapat imbalan. Sama senang kan!! ;)

    Cara kerjanya juga cukup praktis:

    1. Bikin akun anda disini, atau anda juga bisa klik banner di bawah untuk mendaftar (daftar gratis).


    2. Setelah memiliki akun, anda bisa mulai upload file yang anda miliki. Contoh, saya sedang upload file "KERINCI-Piece-of-Heaven-Land.pdf"


    3. Jika proses upload selesai anda akan diberitahukan alamat file tersebut, yaitu: "http://www.filesin.com/0ED7E202096/download.html". Dengan mengklik alamat URL tersebut anda sudah terhubung pada laman download.

    4. Sebarkan alamat URL file tersebut melalui blog, forum, comment, email, dan lain sebagainya.

    5. Jika jumah download mencapai 1000 kali, kita akan dibayar $25.

    6. Seperti halnya Adf.ly, FilesIn juga memberikan reward bagi member yang berhasil membujuk calon publisher untuk jadi anggotanya, dengan nilai yang lebih besar yaitu 25%. Setelah jadi member anda bisa membujuk teman anda yang lain, sehingga anda juga dapat komisi dari calon publisher yang anda bujuk. So, klo anda berminat klik disini buat daftar FilesIn.


    3. Optimalkan dengan menggabungkan FilesIn dan Adf.ly


    Ane biasanya menggabungkan laman download di FilesIn dengan Adf.ly, untuk memaksimalkan potensi yang ada … hehe.


    Caranya begini:
    Copy laman download file yang telah kita upload di FilesIn, kemudian paste di kolom shrink Adf.ly.


    Berikut adalah contoh laman gabungan Adf.ly dengan FilesIn, untuk download buku saku tentang kampung ane yang menakjubakan. Ane bikin sendiri, wajib download ya.. :)


    http://adf.ly/7YGdU

    (Update: Cara ini ga bisa, karena FilesIn memblacklist Adf.ly)

    Catatan:
    Bagi beberapa peselancar dunia maya mungkin dan tidak sedikit yang mengeluh dengan Adf.ly maupun FilesIn atau program serupa lainnya. Tapi mohon bersabar dan dimaklumin gan, kami para pengguna program-program ini hanya mencoba mendapatkan sedikit jerih payah dari kemampuan kami.